Beranda Memulai Bisnis 7 Cara Mendapat Modal Untuk Startup

7 Cara Mendapat Modal Untuk Startup

1728
0
BERBAGI
cara mendapat modal untuk startup, modal startup, pendanaan startup, modal bisnis
image credit : pexels.com

Bagaimana cara mendapat modal untuk startup? pertanyaan tersebut pasti menjadi dilema bagi setiap calon entrepreneur yang mempunyai ide bisnis yang bagus.

Munculnya dilema tersebut dapat dipahami karena mendapat modal yang diperlukan untuk memulai membangun startup merupakan langkah awal untuk mewujudkan visi dan misi anda sebagai entrepreneur. Apalagi terdapat mitos bahwa untuk memulai startup dibutuhkan pendanaan dalam jumlah yang besar yang didukung oleh perusahaan modal ventura.

Tapi taukah anda kenyataannya bahwa mayoritas startup dimulai dengan pembiayaan pribadi, keluarga dan teman dekat sebelum membutuhkan uang lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan startup yang terlihat dari pesatnya permintaan pasar terhadap produk atau layanan yang diberikan. Bahkan terdapat juga perusahaan modal ventura yang mempunyai syarat agar suatu startup bisa mendapat modal dari VC founders startup tersebut telah mendapat modal untuk startup tersebut dari keluarga atau teman dekat terlebih dahulu.

Contohnya Amazon yang didirikan Jeff Bezos pada tahun 1994 baru mendapatkan pendanaan eksternal pada tahun 1995. Selama satu tahun pertama tersebut Jeff Bezos mengandalkan pendanaan dari keluarga dan temannya yang percaya dengan dirinya.

Dengan perspektif bahwa untuk memulai startup tidak membutuhkan uang ratusan ribu dolar berikut 7 cara mendapatkan modal untuk startup:

1. Bergabung Dengan Program Inkubator atau Akselerator Startup

Jika anda ingin mendapatkan dukungan lebih dari sekedar modal seperti working space, mentor, marketing support, sampai technical assistance, bergabung dengan program inkubator atau akselerator startup merupakan salah satu cara mendapat modal untuk startup yang tepat bagi anda.

Program inkubator startup adalah program yang komprehensif yang dirancang khusus untuk mendukung pertumbuhan startup melalui sejumlah sumber daya bisnis dukungan dan layanan. program inkubator mencoba untuk memberikan batuan secara in-house kepada entrepreneur dengan tidak hanya ruang untuk startups untuk mengembangkan usaha bisnis mereka, tetapi juga bimbingan, jaringan dan pendanaan peluang, antara lain.

Program inkubator biasanya mempunyai jangka waktu yang lebih panjang dan biasanya termasuk dengan tahapan pematangan ide bisnis, perancangan rencana bisnis, pengembangan produk, validasi pasar sampai peluncuran produk ke pasar.

Sedangkan program akselerator walaupun sama-sama merupakan program komprehensif untuk mendukung pertumbuhan suatu startup biasanya hanya untuk startup yang sudah mempunyai produk dan melakukan peluncuran.

 

2. Keluarga dan Teman

Memulai startup berarti mengambil risiko di sebuah bisnis yang penuh dengan ketidakpastian untuk mengambil potensi perkembangan yang pesat dan besar dalam suatu pasar yang baru berkembang atau menciptakan pasar baru.

Hal ini berarti berinvestasi dalam suatu startup adalah suatu investasi terhadap tidak hanya prospek bisnis startup tersebut tetapi juga terhadap misi, visi dan kemampuan dari founders startup yang bersangkutan.

Oleh karena itu untuk mendapat modal untuk startup dibutuhkan kepercayaan yang besar terhadap founders tersebut. Dengan demikian keluarga dan teman dekat yang percaya terhadap visi dan misi startup anda adalah sumber pendanaan yang paling mungkin bisa anda dapatkan diluar pendanaan dari diri anda sendiri.

 

3. Crowdfunding

Crowdfunding menjadi salah satu alternatif cara mendapat modal untuk startup yang populer dengan naiknya popularitas situs-situs seperti Indiegogo, Kickstarter dan Rockethub. Contoh startup yang memulai bisnisnya dengan meluncurkan kampanye crowdfunding adalah Pebble Smartwach dan Oculus Rift VR.

Walaupun baru populer sekarang, Crowdfunding sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Bahkan Soichiro Honda yang mendirikan Honda Motor menggunakan metode Crowdfunding untuk membangun pabrik sepeda motornya yang pertama pada era pasca perang dunia ke 2 dengan mengirimkan surat kepada 18.000 pemilik toko sepeda di seluruh Jepang dan mendapatkan modal dari 3.000 pemilik toko sepeda yang tersentuh dengan surat dari Honda.

 

4. Angel Investor dan Seed Investor

 

Angel investor dan Seed Investor merupakan sumber pendanaan modal yang bisa anda andalkan untuk memulai startup atau mengembangkan startup. William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia adalah salah satu founder startup lokal yang berhasil merintis startup digital dengan pendanaan dari angel investor.

Pada saat William Tanuwijaya mendirikan Tokopedia, ekosistem startup lokal masih sangat baru. Pendanaan dari VC nyaris tidak ada dan sangat tidak mungkin untuk mencari dana dari perbankan untuk startup digital karena pada saat itu startup digital di Indonesia masih belum mempunyai contoh success story seperti Tokopedia atasu Gojek. Untuk mendapat modal yang dibutuhkan, William berkeliling dan mempresentasikan ide bisnisnya ke berbagai perusahaan-perusahaan di Indonesia selama 2 tahun sebelum akhirnya mendapatkan Seed Funding pertama mereka dari PT Indonusa Dwitama.

 

5. Kompetisi Startup

Dengan semakin banyaknya Cerita sukses startup digital yang membawa inovasi dan membuka berbagai peluang baru saat ini sudah banyak kompetisi startup yang diadakan hampir setiap tahunnya.

Pada tahun 2016 saja terdapat setidaknya 10 kompetisi startup yang diadakan di Indonesia. Hadiah uang tunai yang diperoleh juga cukup lumayan, misalnya Seedstars World yang memberikan hadiah dana investasi sampai USD 1 juta (sekitar RP 13 milyar lebih).

Selain kompetisi startup, jika anda mempunyai kemampuan coding anda juga bisa mencoba ikut Hackaton yang memberikan hadiah pembinaan atau modal awal bagi ide bisnis anda.

 

6. Venture Capital / Perusahaan Modal Ventura

Mendapat modal untuk startup dari Venture Capital atau Perusahaan Modal Ventura adalah mimpi dari banyak calon entrepreneur yang mempunyai ide bisnis. Walaupun begitu hanya sedikit startup yang bisa mendapatkan modal dari Venture Capital.

Biasanya startup yang bisa mendapatkan modal dari Venture Capital adalah startup yang mempunyai konsep yang jelas dan business model yang terbukti serta mempunyai tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi.

Walaupun modal yang diberikan relatif besar, tetapi jangan bergantung kepada Venture Capital jika baru memulai startup karena biasanya pendanaan dari Venture Capital baru bisa didapat setelah mencapai Growth Stage.

 

7. Bootstrapping

Jika anda tidak bisa mendapatkan modal eksternal satu-satunya pilihan yang tersisa adalah bootstrapping. Istilah ‘bootstrap’ diterapkan untuk bisnis yang dimulai dengan pendanaan secara minimal dan mengontrol pengeluaran secara ketat dan disiplin.

Walaupun dimulai dengan modal yang terbatas, tidak sedikit bisnis yang dimulai dengan bootstrapping menjadi startup yang sukses. Bahkan kenyataannya bootstrapping menjadi pilihan utama bagi entrepreneur untuk memulai bisnisnya dengan lebih dari 70% entrepreneur memulai startupnya dengan bootstrapping.

 

>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here