Beranda Mengembangkan Bisnis Contoh Proposal Usaha Yang Lengkap dan Benar

Contoh Proposal Usaha Yang Lengkap dan Benar

550
0
contoh proposal usaha
contoh proposal usaha yang lengkap dan benar

Dalam memulai dan mengembangkan bisnis anda selalu membutuhkan mitra, distributor, investor, dan pelanggan baru. Seringkali anda perlu mempersiapkan suatu proposal usaha yang lengkap dan benar untuk meyakinkan mereka. Pertanyaannya, seperti apa contoh proposal usaha yang benar dan lengkap? Tidak mudah menyusun suatu proposal usaha yang baik sebelum mengetahui apa saja yang perlu dijelaskan didalamnya.

Untuk membantu sobat pengusaha yang mencari contoh proposal usaha yang benar dan lengkap, kami akan menjelaskan lebih lanjut bagian-bagian dari suatu proposal usaha dan bagaimana cara menulis suatu proposal usaha yang baik.

 

Pengertian Proposal Usaha

Proposal usaha dalam pengertian sederhana adalah suatu dokumen tertulis mengenai suatu usaha dan produk yang ditawarkan usaha tersebut kepada suatu perusahaan atau individu lain untuk bahan pertimbangan mereka dalam menerima atau menolak tawaran dari anda atau perusahaan anda.

 

Tujuan dan Fungsi Proposal Usaha

Proposal usaha mempunyai fungsi memberikan penjelasan dan data mengenai usaha yang anda lakukan atau akan dirikan dan berfungsi untuk meyakinkan pembaca proposal tersebut untuk menerima tawaran dari anda.

 

Isi Suatu Proposal Usaha

Proposal usaha harus berisikan informasi dasar mengenai perusahaan anda atau rencana usaha seperti nama, alamat, bidang usaha, produk utama, lokasi usaha, tujuan dan visi usaha serta identitas dari orang-orang kunci perusahaan (pimpinan perusahaan).

Selain itu anda juga perlu menjelaskan lebih lanjut mengenai produk anda, strategi yang anda lakukan untuk mencapai tujuan anda, dan proyeksi keuangan (jika anda membuat proposal usaha untuk mencari investor).

Satu hal yang harus anda perhatikan dalam membuat isi dari proposal usaha adalah pastikan informasi yang anda paparkan adalah benar. Khusus untuk proposal usaha untuk investor, proyeksi keuangan anda harus menggunakan perhitungan yang konservatif dan buatlah satu bagian tersendiri mengenai risiko usaha dan dampaknya.

 

Contoh Proposal Usaha 

Bagian pertama proposal usaha adalah cover proposal anda, untuk usaha kecil anda bisa membuat cover sederhana yang sesuai dengan bidang bisnis anda.

Cover proposal usaha yang baik memuat nama usaha, produk atau jasa usaha, alamat usaha, nama kontak, nomor telepon, alamat email  dan website (jika ada).

Gunakan sedikit gambar dan font yang mudah dibaca. Sebagai gambaran berikut contoh cover proposal usaha yang menarik:

Contoh Cover Proposal Usaha

cover proposal usaha, contoh prop
cover contoh proposal usaha cafe

Bagian Ringkasan Eksekutif 

Ringkasan eksekutif adalah bagian dimana anda memberikan penjelasan secara singkat kepada pembaca proposal usaha anda mengenai hal-hal terpenting yang perlu diketahui oleh pembaca untuk mengambil suatu keputusan.

Ringkasan eksekutif dibuat dengan panjang maksimal 1 halaman. Dalam 1 halaman tersebut anda perlu menjelaskan secara singkat profil perusahaan, produk/jasa yang ditawarkan, target pasar, dan laporan/proyeksi keuangan.

Ringkasan Eksekutif

Black Coffee Beans (“BCB”) adalah usaha kuliner ritel yang fokus pada penjualan minuman kopi dingin dan hangat berkualitas. BCB adalah usaha yang didirikan pada tahun 2016 oleh 3 orang mitra yaitu Reza, Dimas dan Rangga.

BCB menyediakan kopi tubruk, espresso, cafe latte, capucinno, dan beberapa jenis blended beverage berbasis kopi. Selain minuman, BCB juga menyediakan makanan berupa roti bakar, french fries, gorengan, indomie, dan donat dari mitra kami.

BCB mengusung konsep cafe yang hommy, minimalis, dan sebagai tempat diskusi anak muda.  Konsep tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran kami yang menyasar pasar anak muda usia 18-25 tahun yang banyak terdapat disekitar lokasi usaha, terutama mahasiswa dan karyawan kantoran muda.

Selain menyediakan minuman dan makanan ditempat, kami melayani takeaway untuk komuter yang sering lewat di lokasi usaha. Hal ini kami lakukan dengan menyediakan booth mobile di parkiran untuk takeaway. Strategi ini telah berhasil menumbuhkan kontribusi pembeli takeaway dari 10% menjadi 30% dalam 3 bulan saja.

Secara keuangan BCB mempunyai prospek yang cerah dimana pada tahun 2017, BCB membukukan pendapatan sebesar Rp. 750.000.000 dan profit sebesar Rp. 205.000.000. Pendapatan tersebut tumbuh sebesar 20%  sedangkan profit tumbuh sebesar 30% dari tahun 2016.

Kami bermaksud untuk mengembangkan BCB dengan membuka lokasi baru dengan skema kemitraan. Mitra usaha membutuhkan modal awal untuk cafe sebesar Rp. 60.000.000 tidak termasuk lokasi usaha. Dengan margin keuntungan yang tinggi dari bisnis cafe, modal tersebut kami proyeksikan akan kembali dalam waktu 9 bulan setelah operasi.

 

Bagian Profil dan Tujuan Usaha

Pada bagian profil ini anda perlu menjelaskan orang-orang kunci di usaha anda dan dimana lokasi usaha anda. Selain itu jelaskan juga bentuk dan legalitas badan usaha anda, izin-izin apa yang sudah dimiliki usaha anda. Kemudian pada bagian tujuan usaha berikan uraian apa yang menjadi misi usaha anda dan bagaimana target anda untuk mencapai misi tersebut.

1. Profil dan Tujuan Usaha

1.1 Profil Usaha

Nama Usaha : Black Coffee Beans

Alamat : Jl. WR. Supratman No.50, Cempaka Putih, Tangerang Selatan, Banten

Telp :+62 8120958xxx

Bidang Usaha : Kuliner

Email : reza@blackcoffeebeans.co.id

Website : https://blackcoffeebeans.co.id

 

BCB didirikan pada tahun 2016 oleh 3 orang mitra yaitu Reza, Dimas dan Rangga. BCB merupakan usaha berbadan hukum dengan nama PT. Kopi Hitam Sejahtera berdasarkan Akta Notaris Nomor xxx.

BCB merupakan usaha yang telah memperoleh legalitas usaha lengkap dengan SIUP dari Dinas PTSP Pemkot Tangerang Selatan, Surat Izin Tempat Usaha, SKDP dan NPWP.

BCB saat ini memiliki 1 lokasi usaha yang beralamat di Jl. WR. Supratman No.50, Cempaka Putih, Tangerang Selatan, Banten.

Lokasi usaha BCB bertempat di lokasi strategis dekat dengan beberapa SMA, UIN Jakarta, dan merupakan jalur utama untuk menuju stasiun kereta. Dengan lokasi tersebut BCB mempunyai jumlah calon pelanggan potensial yang besar sesuai dengan target pasar BCB.

 

1.2 Profil Penanggung Jawab

Nama : Muhammad Reza

Alamat : Jl. Camar No. 12, Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Telp :+62 8120958xxx

Email : reza@blackcoffeebeans.co.id

BCB dijalankan oleh manager yaitu Reza, Dimas sebagai Barista dan Rangga sebagai pemasar, business development, dan keuangan.

 

2 Tujuan Usaha

BCB mempunyai misi usaha yang menjadi prinsip sukses sebagai berikut:

  • Produk terbaik – menyediakan makanan dan minuman dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau.
  • Membangun komunitas – menyediakan tempat dan mendorong perkembangan komunitas yang sehat dan positif.
  • Pelayanan terbaik – memberikan pelayanan yang ramah, cepat dan handal.
  • Tumbuh dan Menghasilkan – beroperasi secara efisien dan efektif untuk menghasilkan bisnis yang tumbuh dan menghasilkan keuntungan yang sehat.

Untuk mencapai tujuan tersebut BCB mempunyai target sebagai berikut:

  • Menghasilkan 1 produk baru pada akhir tahun 2018
  • Membuka 3 cabang baru dengan mitra usaha
  • Meningkatkan pendapatan minimal sebesar 10% dan profit sebesar 15% per tahun.

Bagian Produk

Pada bagian ini anda perlu menjelaskan seperti apa saja produk anda, kelebihan produk anda dan kelemahan produk anda.

3. Produk

BCB mempunyai 2 kategori produk utama yaitu minuman sebagai produk utama dan makanan sebagai produk pelengkap.

3.1 Produk Minuman

BCB menawarkan produk minuman kopi sebagai berikut:

  • Kopi tubruk;
  • Kopi susu keluarga;
  • Vietnam Drip;
  • Hot Americano;
  • Espresso;
  • Hot/Cold Cafe Latte;
  • Hot/Cold Capuccinno;
  • Hot/Cold Mocaccinno.

Bahan produk minuman kopi tersebut diperoleh langsung dari petani kopi yang berlokasi di Lampung. Pengambilan bahan langsung dari petani tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas kopi, memastikan ketersediaan, dan meningkatkan margin. Sedangkan untuk susu segar kami mengambil dari supplier susu di Ciputat.

Minuman kopi merupakan produk utama BCB yang menyumbang  60% pendapatan BCB. Dimana rata-rata margin laba kotor dari produk kopi adalah sebesar 50%.

Selain minuman kopi, BCB juga menawarkan minuman sebagai berikut:

  • Milkshake
  • Hot/Cold Chocolate
  • Hot/Ice Tea
  • Hot/Cold Greentea Latte

Untuk produk non-kopi bahan dasar dalam bentuk kemasan diperoleh dari supplier yang telah bekerjasama dengan kami. Adapun minuman non-kopi hanya menyumbang 20% pendapatan total dengan margin laba kotor sebesar 40%.

Kelebihan Produk Minuman

  • Kualitas yang terjaga dengan biji kopi langsung dari petani;
  • Memberikan pilihan minuman populer yang variatif;
  • Konsistensi rasa yang terjaga;
  • Penyajian yang cepat;
  • Pengemasan untuk takeaway yang higienis dan praktis;
  • Pilihan kepada pembeli untuk menentukan sendiri tingkat kandungan gula dan es untuk minuman dingin.

Kekurangan Produk Minuman

  • Differensiasi yang terbatas dari kompetitor;
  • Persaingan yang ketat;
  • Susu segar untuk bahan 3 minuman kopi populer caffe latte dan capucinno hanya tahan beberapa hari saja.

 

3.2 Produk Makanan

BCB saat ini menawarkan produk makanan sebagai berikut:

  • Roti bakar (dalam 3 varian yaitu coklat, keju, dan coklat keju);
  • Gorengan (3 varian yaitu bakwan, tempe dan pisang goreng);
  • French fries;
  • Indomie (versi biasa dengan telor dan sayur dan versi topping dengan tambahan keju dan kornet);
  • Donat (konsinyasi dengan mitra);

Makanan menyumbang 20% dari total pendapatan dengan margin kotor rata-rata 45%.

Kelebihan Produk Makanan

  • Meningkatkan nilai tambah pada produk minuman kopi untuk ditawarkan sebagai paket hemat;
  • Penyajian yang cepat;
  • Konsistensi rasa yang baik;

Kekurangan Produk Makanan

  • Tidak ada differensiasi dengan kompetitor

 

Contoh Proposal Usaha – Pemasaran

Dibagian ini anda menjelaskan mengenai aspek-aspek pemasaran usaha anda. Aspek pemasaran yang penting tersebut mencakup target pasar, analisis pasar dan strategi pemasaran.

4. Aspek Pemasaran

4.1 Target Pasar

Target pasar utama dari BCB adalah mahasiswa UIN dan pelajar SMA yang berada disekitar lokasi usaha BCB di Jl. WR. Supratman.

Jumlah mahasiswa UIN sendiri berdasarkan data di website UIN totalnya mencapai 29 ribu untuk mahasiswa S1 dan 2 ribu untuk mahasiswa S2 dan S3. Sedangkan jumlah pelajar SMA diprediksi berkisar antara 1.000 – 2.000 orang yang berasal dari 3 SMA sekitar.

Disamping itu BCB juga mempunyai target pasar sekunder yaitu karyawan kantoran dan komuter yang berada disekitar dan melewati lokasi.

 

4.2 Analisis Pasar

BCB dapat dikelompokkan secara khusus sebagai bisnis ritel cafe. Namun, kompetisi dalam pasar tidak hanya sebatas cafe lain tetapi juga menyedia minuman lain seperti thai tea, soft drink, milk tea dan lainnya.

Kompetisi utama BCB dapat digolongkan sebagai berikut:

  1. cafe franchise nasional seperti Starbucks, Coffee Beans, dan Excelso;
  2. cafe lokal yang dimiliki dan dioperasikan secara independen; dan
  3. kios minuman ringan seperti thai-tea dan milk tea.

BCB mempunyai keunggulan dibandingkan kompetisi utama tersebut sebagai berikut:

  1.  BCB fokus kepada pasar mahasiswa dengan konsep dan harga yang secara khusus disesuaikan dengan preferensi target pasar. Dalam hal ini cafe franchise nasional mempunyai kelemahan dalam masalah harga, jarak dan konsep. Sedangkan kios minuman ringan tidak dapat bersaing di konsep tempat diskusi dan produk kopi yang berkualitas.
  2. BCB menerapkan strategi pemasaran yang unik dibandingkan dengan cafe lokal independen lainnya yaitu pemasaran social media yang memberikan insentif kuat kepada pelanggan, merangkul dan membangun komunitas, serta pengembangan layanan takeaway yang kuat.

 

4.3 Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran BCB disesuaikan dengan target pasar BCB yaitu untuk pasar utama mahasiswa dan pelajar menerapkan strategi pemasaran sebagai berikut:

  • Konsep sesuai: menerapkan konsep cafe yang enak sebagai tempat diskusi, nyaman, dan mempunyai menu dengan harga terjangkau.
  • Promosi Hari Khusus : promosi “Diskusi Rabu” untuk kelompok pelajar yang berjumlah 2 atau lebih mendapatkan diskon 25%.
  • Komunitas : merangkul komunitas-komunitas kampus dengan pendekatan terhadap pemimpin kelompok.
  • Promosi Social Media : memberikan insentif gratis 1 potong roti bakar untuk posting Instagram dari pelanggan.

Untuk segmen pasar sekunder yaitu pegawai kantoran dan komuter menerapkan strategi pemasaran sebagai berikut:

  • Bermitra dengan Go-Food : memberikan promo special Go-Food untuk kopi susu keluarga selama 3 bulan pertama;
  • Booth Mini : membuka booth mini di depan toko dekat jalan untuk takeaway;
  • Promosi khusus : promosi hari gajian ditanggal 25 pembelian Cafe Latte dan paket diskon 25%;

Bagian Analisis Risiko 

Bagian analisis risiko merupakan bagian yang penting untuk investor untuk mengetahui apa saja risiko utama bisnis anda dan mencegah masalah hukum untuk bisnis anda dikemudian hari.

5. Analisis Risiko

Risiko terbesar bisnis BCB adalah risiko pasar dimana terdapat kompetisi yang ketat di bidang usaha makanan dan minuman secara umum dan bisnis cafe secara khususnya.

Risiko tersebut dapat diidentifikasi dari 3 cafe saingan di sekitar lokasi usaha. Dari 3 cafe tersebut 2 cafe bersaing kuat untuk segmen pasar yang sama dengan BCB. Sedangkan 1 cafe lainnya bersaing untuk pasar sekunder BCB.

Persaingan yang ketat tersebut dapat menekan margin laba BCB dan mengurangi atau menghilangkan profit yang dapat diperoleh dari produk utama BCB yaitu minuman kopi.

Risiko tersebut menjadi semakin besar jika terjadi kenaikan harga bahan baku atau biaya operasional.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut BCB menerapkan strategi differensiasi dari kompetitor yaitu membangun komunitas dan layanan takeaway yang cepat dan handal.

 

Laporan dan Proyeksi Keuangan 

Setiap usaha dengan manajemen operasional yang baik mempunyai laporan keuangan yang baik. Pada bagian ini berikan gambaran singkat keuangan dari usaha anda mencakup pendapatan, biaya operasional, laba kotor, laba bersih dan aset.

Jika anda baru mau memulai usaha anda maka bagian laporan keuangan ini dapat diganti dengan proyeksi keuangan sesuai dengan perhitungan anda.

Baca Juga : Cara Membuat Pembukuan Keuangan UKM Dengan Mudah

6. Laporan Keuangan

Pada tahun 2015, 2016 dan 2017 BCB membukukan pendapatan dan keuntungan sebagai berikut:

Deskripsi201520162017
Pendapatan520.000.000623.500.000750.000.000
Harga Pokok Penjualan234.000.000280.575.000337.500.000
Laba Kotor286.000.000342.925.000412.500.000
Biaya Operasional150.000.000180.000.000200.000.000
Laba Operasional186.000.000162.925.000212.500.000
Biaya pajak dan bunga5.200.0006.235.0007.500.000
Laba bersih180.800.000156.690.000205.000.000

Catatan : Biaya operasional mencakup gaji para pendiri sebagai karyawan aktif, sewa tempat, listrik dan biaya pemasaran.

 

Permodalan

Setelah menjelaskan profil usaha, siapa orang kunci, produk, pemasaran dan keuangan bisnis anda saatnya untuk bagian “utamanya”, penjelasan mengenai dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha anda.

 

7. Permodalan

Untuk menjadi mitra dari BCB dalam membuka cabang baru diperlukan permodalan sebagai berikut:

Modal Investasi :

Mesin kopi : Rp. 5.000.000

Grinder kopi : Rp. 900.000

Tamper : Rp. 300.000

Milk jug & measuring jug : Rp. 300.000

Perlengkapan lain : Rp. 500.000

Gelas dan piring : Rp. 400.000

Cangkir & espresso shot : Rp. 500.000

Vietnam drip : Rp. 200.000

Ketel : Rp. 150.000

Kompor : Rp. 500.000

Panci, wok, teflon : Rp. 600.000

Reklame : Rp. 1.200.000

Total : Rp. 10.750.000

*Catatan: modal investasi belum termasuk furnitur, sewa tempat dan fitting out (mitra bebas mencari sendiri dengan persetujuan manajemen)

Modal Kerja

Biji Kopi : Rp. 2.000.000

Susu segar : Rp. 500.000

Minuman lain : Rp. 500.000

Bahan makanan : Rp. 500.000

Listrik : Rp. 1.500.000

Gas : Rp. 300.000

Total : Rp. 4.300.000

*untuk bulan pertama

Rencana Keuangan

Setelah menjelaskan mengenai rencana permodalan anda menutup dengan proposal usaha anda dengan rencana keuangan anda. Rencana keuangan disini adalah proyeksi pendapatan, pengembalian modal dan keuntungan yang dapat diperoleh oleh mitra usaha anda dengan asumsi-asumsi yang anda gunakan.

8. Rencana Keuangan 

Perhitungan pendapatan dan keuntungan didasarkan pada asumsi sebagai berikut:

Keuntungan Tahun Pertama:

rata-rata nilai pembelian per pelanggan Rp. 18 ribu.

target pelanggan per hari

bulan pertama :20 orang/hari = pendapatan Rp.10.800.000

bulan kedua :25 orang/hari = pendapatan Rp.13.500.000

bulan ketiga :30 orang/hari  = pendapatan Rp.16.200.000

bulan keempat :35 orang/hari = pendapatan Rp.18.900.000

bulan kelima :40 orang/hari = pendapatan Rp.21.600.000

bulan keenam :50 orang/hari = pendapatan Rp.27.000.000

bulan ketujuh :60 orang/hari = pendapatan Rp.32.400.000

bulan kedelapan :70 orang/hari = pendapatan Rp.37.800.000

bulan kesembilan :80 orang/hari = pendapatan Rp.43.200.000

bulan kesepuluh : 90 orang/hari = pendapatan Rp.48.600.000

bulan kesebelas dan kedua belas: 100 orang/hari = pendapatan Rp.54.000.000

Total Pendapatan : Rp. 397.000.000

Biaya pokok penjualan : Rp. 178.650.000

Laba Kotor : Rp. 218.350.000

Biaya Operasional : Rp. 142.600.000

Laba Operasional : Rp. 75.750.000

Pajak (tarif UMKM 2018 0,5%): Rp. 1.985.000

Laba bersih : Rp. 73.765.000

*Catatan : biaya operasional menggunakan asumsi sewa tempat Rp. 5 juta perbulan, listrik dan gas Rp 1.8 juta perbulan, serta pegawai Rp. 5 juta perbulan (bulan 6 pertama hanya barista merangkap server Rp. 3.5 juta, bulan 6-12 ditambah server gaji Rp. 1.5 juta) dan ditambah biaya pemasaran Rp 10 juta pertahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here