Beranda Mengembangkan Bisnis Definisi Business Model Canvas, Peranan dan Contohnya

Definisi Business Model Canvas, Peranan dan Contohnya

39
0

Apa pengertian dari business model? apa definisi business model canvas? dan apakah business model canvas penting untuk bisnis?

Artikel ini akan mencoba memberi jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut. Business model canvas dikenal secara luas dari buku yang berjudul sama yang ditulis oleh Alexander Osterwalder dan ‎Yves Pigneur pada tahun 2013.

Buku tersebut kemudian banyak diadopsi oleh sekolah-sekolah bisnis ternama, Venture Capital, Startup dan bahkan organisasi non-profit. Terdapat beberapa manfaat dan pentingnya business model canvas yang akan dijelaskan pada bagian akhir artikel ini. Sebelumnya akan lebih baik jika kita memahami terlebih dahulu apa definisi dari business model.

Definisi Business Model

Mengutip Investopedia, business model dapat didefinisikan sebagai bagaimana rencana suatu perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dan meraih keuntungan.

Selanjutnya, mengutip Harvard Business Review business model adalah istilah yang banyak digunakan oleh pemikir bisnis terkait dengan salah satu bagian dari konsep “theory of business” Peter Drucker, ahli bisnis dan manajemen yaitu asumsi mengenai apa yang memberikan pendapatan bagi perusahaan.

 

Pentingnya Business Model

Dari definisi dari Business Model diatas, dapat disimpulkan bahwa Business Model mempunyai kaitan yang sangat erat dengan bagaimana suatu perusahaan dapat menghasilkan pendapatan dan meraih keuntungan.

Pendapatan dan keuntungan adalah dua unsur yang diperlukan oleh setiap bisnis yang sukses. Tanpa pendapatan yang cukup untuk menutupi biaya operasional maka bisnis tersebut cepat atau lambat akan kehabisan modal.

Sebaliknya, business model yang baik akan memudahkan suatu perusahaan untuk memperoleh pendapatan dan/atau keuntungan. Dengan besarnya pendapatan dan/atau keuntungan yang diperoleh tersebut, perusahaan mempunyai lebih banyak strategi yang dapat diambil dalam mengembangkan bisnisnya dan juga ruang yang lebih luas dalam hal terjadi kesalahan.

Sebagai salah satu contoh sederhana, asumsikan ada dua perusahaan yang sama-sama menawarkan dan menjual iklan kepada 10 juta pembaca/penonton yaitu perusahaan A dan B.

Perusahaan A mempunyai 10 juta pembaca dari media cetak yang memerlukan biaya pokok sebesar Rp 3 milyar. Sedangkan perusahaan B mempunyai 10 juta pembaca dari media internet yang hanya memerlukan biaya pokok sebesar Rp. 1 milyar.

Walaupun sama-sama menawarkan iklan, perusahaan B dapat menawarkan harga yang jauh lebih murah dan masih mendapatkan keuntungan dibandingkan dengan perusahaan A.

Tentu saja terdapat perbedaan nilai yang ditawarkan oleh perusahaan A dan perusahaan B, tetapi jika nilai yang ditawarkan perusahaan A kepada pengiklan tidak jauh berbeda dari perusahaan B maka lambat laun perusahaan A akan mengalami kesulitan. Hal inilah yang terjadi di industri media cetak yang semakin tergerus oleh media online.

Oleh karena itu disetiap bisnis yang sukses, terdapat business model yang mendukung operasional bisnis tersebut. Dengan kata lain, business model yang tepat sangat berkaitan erat dengan keberlangsungan, ketahanan dan perkembangan dari bisnis tersebut.

Banyak bisnis yang mengalami kesulitan dapat menemukan kesuksesan dengan mengubah business modelnya. Salah satu contohnya McDonald dalam film the Founder mengalami perkembangan pesat dengan mendapatkan keuntungan besar bukan dari menjual burgernya, tetapi dari keuntungan menyewakan lahan dan bangunan yang merupakan syarat untuk menjadi pemegang franchise kepada para pemegang franchise McDonald.

Mengubah business model seringkali diperlukan untuk bisnis yang mengalami kesulitan atau ingin bertahan dari perubahan, dan business model canvas adalah salah satu alat yang baik untuk merencanakan dan mengeksekusi perubahan tersebut.

Definisi Business Model Canvas

Business Model Canvas dapat didefinisikan sebagai konsep visualisasi business model melalui sembilan bagian utama yang menunjukan alur dan strategi bagaimana suatu perusahaan beroperasi dan menghasilkan uang.

9 Bagian Business Model Canvas

Untuk dapat menggunakan Business Model Canvas anda harus terlebih dahulu memahami 9 bagian utama dari business model canvas yaitu:

#1 Segmen Pelanggan

Pelanggan adalah inti dari setiap business model. Bisnis yang tidak mempunyai pelanggan tidak dapat disebut sebagai suatu bisnis yang sesungguhnya.
Tanpa pelanggan yang memberikan keuntungan suatu bisnis juga tidak dapat bertahan lama dan mempunyai keberlangsungan yang terjamin.

Salah satu aturan penting dalam bisnis adalah berikan kepuasan kepada pelanggan. Namun, tidak semua pelanggan sama, mereka dapat mempunyai preferensi, daya beli dan karakteristik yang berbeda-beda.

Untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan suatu perusahaan dapat mengkelompokkan pelanggan dalam segmen-segmen yang berbeda dengan kebutuhan, perilaku dan karakteristik yang sama.

Pada bagian segmen pelanggan ini suatu perusahaan harus dapat menjawab siapa pelanggan anda? dan untuk siapa produk/jasa yang anda tawarkan?

Terdapat berbagai jenis segmen pelanggan, berikut ini beberapa contohnya.

  • Pasar Masal : membidik pelanggan secara luas tanpa mempunyai pembedaan tertentu dengan kebutuhan atau masalah yang serupa. Contohnya pasar setrika listriknya.
  • Pasar Ceruk : membidik ceruk pasar secara spesifik. Misalnya, pasar salon wanita muslimah.

 

#2 Proposisi Nilai

Pelanggan membeli produk atau menggunakan jasa bisnis anda karena apa nilai yang anda berikan kepada mereka. Restoran misalnya mengenakan biaya yang lebih tinggi dari kios makanan karena mereka tidak hanya sekedar menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman, pelayanan dan suasana yang baik dibandingkan dengan kios makanan.

Pada bagian ini anda harus menjawab pertanyaan : apa nilai yang diberikan kepada pelangga? apa masalah pelanggan yang kita bantu selesaikan? apa kebutuhan pelanggan yang kita penuhi?

Proposisi nilai haruslah disesuaikan dengan segmen pelanggan dan kebutuhan mereka. Beberapa contoh proposisi nilai adalah sebagai berikut:

  • Kinerja : menawarkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan produk atau jasa lainnya.
  • Hal yang baru : menawarkan suatu solusi yang benar-benar baru.
  • Harga : menawarkan suatu produk atau jasa dengan harga yang lebih rendah dari pesaing.
  • Status/merek : menawarkan suatu nilai yang diperoleh dari memakai produk atau jasa tersebut.
  • Desain : menawarkan produk yang mempunyai desain yang lebih baik atau menarik.

 

#3 Kanal

Setiap bisnis membutuhkan kanal yang sesuai untuk berinteraksi dan berhubungan dengan pelanggan untuk dapat menyampaikan proposisi nilai yang ditawarkan.

Contohnya, toko untuk bisnis ritel, restoran untuk bisnis kuliner, dan website untuk toko online.

Pada bagian ini anda harus dapat menjawab pertanyaan, Bagaimana kita ingin menghubungi dan berinteraksi dengan pelanggan? Apa kanal paling efisien untuk berhubungan dengan pelanggan?

 

#4 Relasi Pelanggan

Setiap perusahaan memerlukan relasi dengan pelanggan. Namun tidak semua perusahaan mempunyai jenis relasi yang sama dengan para pelanggan mereka.

Pada segmen ini anda harus dapat menjawab pertanyaan bagaimana perusahaan anda berinteraksi dengan pelanggan? jenis relasi seperti apa yang diharapkan oleh pelanggan?

Jenis-jenis relasi pelanggan yang umumnya ditemukan adalah sebagai berikut:

  • Bantuan personal : relasi berdasarkan interaksi manusia.
  • Bantuan personal yang terdedikasi : relasi dimana wakil perusahaan didedikasikan kepada suatu klien tertentu. Misalnya untuk layanan bank investasi untuk kalangan super kaya.
  • Swalayan : relasi dimana perusahaan tidak mempunyai relasi langsung dengan pelanggan.

#5 Sumber Pendapatan

Setiap perusahaan memerlukan pendapatan untuk keberlangsungan operasionalnya. Segmen ini harus menjawab pertanyaan penting dari setiap bisnis, untuk nilai apa pelanggan mau membayar? dan sebanyak apa mereka mau membayar? bagaimana cara mereka membayar?

Beberapa contoh sumber pendapatan adalah sebagai berikut:

  • Penjualan : menerima pendapatan dari barang dijual.
  • biaya penggunaan : menerima pendapatan dari jasa yang digunakan.
  • biaya langganan : menerima pendapatan untuk memperoleh akses terhadap sesuatu secara kontinyu.
  • Rental/leasing : menerima pendapatan untuk penggunaan ekslusif terhadap sesuatu untuk waktu tertentu.
  • Hak lisensi : menerima pendapatan dari biaya lisensi untuk penggunaan hak kekayaan intelektual.
  • Iklan : menerima pendapatan dari mengiklankan atau mempromosikan suatu produk.

#6 Sumber Daya Utama

Setiap perusahaan pasti mempunyai sumber daya tertentu yang menjadi kunci operasional perusahaan tersebut untuk menciptakan dan memberikan nilai yang ditawarkan kepada pelanggan.

Pada segmen ini anda harus dapat menjawab, apa sumber daya yang diperlukan untuk menciptakan nilai untuk pelanggan? apa sumber daya yang diperlukan untuk jalur distribusi anda?  Umumnya sumber daya utama dapat dikategorikan menjadi beberapa hal sebagai berikut:

  • Aset fisik : bangunan, tanah, mesin, dan berbagai benda yang mempunyai bentuk fisik.
  • Aset intelektual : aset dalam bentuk tidak terlihat seperti merek, pengetahuan, hak cipta, paten, rahasia dagang dan lainnya.
  • Manusia : aset dalam bentuk keahlian manusia yang terspesialisasi seperti di industri kreatif dan jasa professional seperti pengacara, akuntan, dan lainnya.
  •  Keuangan : aset dalam bentuk sumber daya keuangan seperti modal, pinjaman, jaminan dan sebagainya.

#7 Aktivitas Kunci

Semua perusahaan mempunyai aktivitas kunci yang membuat bisnisnya dapat berjalan, aktivitas kunci ini biasanya merupakan kegiatan yang diperlukan untuk menghasilkan nilai untuk pelanggan, untuk menjalankan distribusi dan menghasilkan pendapatan.

Beberapa contoh aktivitas kunci adalah sebagai berikut:

  • produksi : aktivitas terkait dengan mendesain, membuat dan menyampaikan produk kepada pelanggan.
  • penyelesaian masalah : aktivitas terkait dengan menyediakan dan memberikan solusi untuk masalah pelanggan. Misalnya rumah sakit, pengacara, dan sejenisnya.
  • platform atau jaringan : aktivitas yang terkait dengan pengembangan suatu platform atau jaringan. Contohnya Tokopedia dan Gojek yang memerlukan pemeliharaan dan pengembangan platform mereka.

#8 Mitra Kunci

Semua perusahaan memerlukan mitra untuk dapat menjalankan bisnis mereka. pada segmen ini anda harus dapat memetakan dan mengetahui siapa saja mitra yang diperlukan untuk bisnis anda, siapa supplier anda, atau siapa yang akan menjadi mitra untuk kegiatan kunci anda.

Mitra dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Supplier  : memberikan barang atau jasa yang diperlukan untuk memberikan nilai kepada pelanggan.
  • Distributor : menyalurkan barang atau jasa yang diproduksi kepada pelanggan
  • Mitra strategis : memberikan sumber daya yang tidak dimiliki oleh perusahaan seperti pengalaman, keahlian, kekayaan intelektual, merek dan sebagainya.

#9 Struktur Biaya

Segmen struktur biaya menjelaskan semua biaya penting yang diperlukan untuk mengoperasikan bisnis perusahaan anda. Struktur biaya mencakup biaya produksi, menjalankan relasi pelanggan, menyalurkan hasil produksi dan biaya melakukan aktivitas-aktivitas kunci anda.

 

Contoh Business Model Canvas

Setelah anda memahami blok-blok penyusun dari business model canvas diatas, anda dapat mulai membuat business model canvas untuk organisasi anda atau ide bisnis anda.

Business model canvas adalah alat yang baik untuk memahami kelayakan dan kesolidan dari business model yang ingin anda bangun. Untuk membuat business model canvas anda dapat menggunakan template contoh business model canvas dibawah ini.

template business model canvas

Kami akan menambahkan beberapa contoh business model canvas untuk berbagai jenis bisnis seperti ritel, jasa, perdagangan dan bisnis online pada update selanjutnya dari artikel ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here