Bisnis hidroponik merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan saat ini. Prospek cerah dari bisnis hidroponik tidak terlepas dari perkembangan hidup masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya gaya hidup sehat. Lia Dahlia merupakan bukti dari prospek bisnis ini dengan menjadi contoh kisah sukses bisnis hidroponik dari nol yang akan kami bahas lebih lanjut di artikel ini.

Lia Dahlia adalah pendiri dan pemilik perusahaan hidroponik dengan nama Blu Farm. Awalnya Lia tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan dalam bidang hidroponik ataupun pertanian.

Awal Memulai Bisnis Hidroponik

Keterlibatan Lia dengan hidroponik dimulai saat dia menyelesaikan pendidikannya di Universitas Budi Luhur. Dia dan temannya yang berusia muda saat itu diminta untuk mengelola Green House di Bogor yang tidak terurus.

Lia mengakui mereka awalnya tidak tau apa-apa mengenai bagaimana mereka akan mengelola Green House tersebut. Bahkan mereka tidak tau istilah rockwool yang merupakan media tanam yang digunakan.

Meskipun tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan mereka mempunyai semangat belajar yang kuat. Lia dan temannya mencari orang yang dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk mengurus tanaman hidroponik.

Setelah mendapatkan ilmu yang diperlukan mereka semakin tekun dan percaya diri untuk mengembangkan bisnis hidroponik yang dikenal juga dengan nama Green House Hidroponik Blu Farm pada 2017.

Baca Juga: 42+ Bisnis Anak Muda Modal Kecil Menjanjikan Di 2021

Perkembangan Bisnis Green House

Bisnis tersebut dilakukan di Green House yang memiliki luas 400 meter persegi. Green House sendiri dilengkapi dengan perlengkapan otomatisasi yang cukup canggih. Misalnya sistem kelembapan, atap yang bisa menutup dan membuka otomatis, kipas otomatis yang menyesuaikan dengan suhu yang diinginkan, alat pemberian air nutrisi ke tanaman, dan lain-lain.

Lia menjelaskan bahwa tanaman yang diproses dengan metode hidroponik mempunyai kualitas yang lebih baik. Proses penanaman hidroponik juga lebih cepat dari penanaman konvensional.  Contohnya bayam dan kangkung bisa dipanen dalam waktu 15 hari.

Selain itu juga dari hasil tanamannya juga lebih segar dan dari segi rasa juga lebih bagus, daunnya bersih dan bisa langsung dimakan.

Blu Farm menanam beberapa jenis tanaman seperti caisim, sawi, pakcoy, bayam merah dan hijau, kale, kangkung, melon hingga tomat ceri. Namun saat ini mereka mulai fokus dengan tanaman bayam Jepang Horenzo. Mereka fokus ke bayam Jepang tersebut karena harganya yang cukup tinggi dibandingkan dengan jenis sayur lain serta cukup tingginya permintaan pasar.

Baca Juga: +20 Peluang Usaha Pertanian Yang Menjanjikan dan Menguntungkan

Kesuksesan Bisnis Hidroponik Blu Farm

blu farm hidroponik
image: Youtube Kementerian Pertanian RI

Untuk pemasaran, Blu Farm mengirimkan hasil panennya ke supermarket premium sebanyak 3 kali dalam seminggu. Blu Farm juga menawarkan produknya melalui media online. Mereka juga melayani pembuatan souvenir dan packing sesuai kebutuhan pelanggan.

Lia mengungkapkan penjualan untuk souvenir tersebut lebih menguntungkan daripada harga supermarket premium. Misalnya untuk penjualan di supermarket dapat dihargai sekitar Rp15 ribu sampai Rp20ribu. Namun saat dibuat menjadi souvenir di pot harganya bisa mencapai Rp75ribu hingga Rp100 ribu.

Melihat hasilnya selama ini Lia mengungkapkan bahwa bisnis hidroponik mempunyai peluang yang bagus, khususnya yang punya passion di bidang tanaman. Hal tersebut karena bisnis hidroponik membutuhkan ketekunan, kerajinan dan kedisiplinan.

Sponsored

Lia mengakui bahwa Blu Farm saat ini sudah sangat bagus dari segi bisnis, terutama dengan pertumbuhan yang cukup tinggi. Blu Farm sudah dapat membuka lahan lebih luas untuk membantu masyarakat sekitar.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini banyak yang kehilangan pekerjaan. Blu Farm turut memberdayakan masyarakat yang terkena dampak pandemi untuk menjadi karyawan dalam proses pengembangan bisnisnya.

Lia memaparkan bahwa investasi teknologi yang mereka lakukan juga banyak membantu. Dengan teknologi otomatisasi yang digunakan tersebut proses penanaman lebih efisien dan cepat. Sehingga mereka dapat meraup omset yang mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Dengan omset tersebut modal awal pembuatan yang menelan biaya hingga Rp500 juta sudah balik modal. Bahkan Blu Farm tengah berencana untuk mengembangkan bisnis dengan memperluas lahan untuk dapat memenuhi permintaan pasar.

Penutup

Demikian kisah sukses bisnis Hidroponik Lia Dahlia yang merintis usahanya dari nol hingga omset mencapai ratusan juta. Kami harap artikel kami ini dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi calon pengusaha hidroponik ataupun pengusaha dibidang lainnya untuk menekuni usahanya dengan serius.

Advertisement
Sponsored

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here