Beranda Memulai Bisnis Cara Memulai Bisnis Dalam 5 Langkah

Cara Memulai Bisnis Dalam 5 Langkah

332
1
memulai bisnis, ide bisnis, memulai usaha, bisnis internet, memulai berbisnis
image credit : pixabay.com
  • Artikel ini merupakan rangkaian dari berbagai situs bisnis yang sumbernya disebutkan pada akhir artikel.

Saya mempunyai ide bisnis tetapi bagaimana ya cara memulai bisnis? pertanyaan tersebut muncul pada benak banyak orang yang mempunyai keinginan untuk memiliki bisnis pertamanya. Proses memulai bisnis selalu menjadi pertanyaan karena dengan beragamnya karakteristik industri, produk, segmen pelanggan, strategi dan faktor-faktor lainnya maka tentu semakin banyak pula masalah yang perlu diperhitungkan serta dijawab oleh calon pebisnis pemula.

Terlepas dari banyaknya faktor dan kerumitan dalam berbagai variabel tersebut terdapat 5 Langkah Memulai Bisnis yang secara umum berlaku dan praktikal yaitu:

 

1. Definisikan Tujuan, Skill, dan Minat Personal

Mengetahui diri sendiri merupakan langkah pertama dalam memulai bisnis yang tidak boleh dilewatkan dalam memulai bisnis karena tanpa mengetahui pertanyaan-pertanyaan krusial tersebut akan semakin mudah anda terjebak dalam bisnis yang dirintis tanpa prospek, minat atau sejalan dengan tujuan akhir personal anda sendiri.

Mengetahui tujuan, skill dan minat personal anda juga akan menjadi dasar untuk cara memulai bisnis berikut yang tidak kalah penting yaitu Membuat Rencana Bisnis. Untuk itu pertama-tama tanyakan kepada diri anda sendiri pertanyaan sebagai berikut dan jawab sesuai dengan apa yang anda pikirkan.

 

Apa tujuan anda memulai bisnis tersebut? untuk mendapatkan uang, kebebasan atau didasarkan minat?

There is one quality which one must possess to win, and that is definiteness of purpose, the knowledge of what one wants, and a burning desire to possess it.

Mengetahui tujuan anda merupakan langkah pertama yang penting. Kejelasan tujuan, seperti yang dijelaskan Napoleon Hill dalam Think and Grow Rich dari 500 orang yang mempunyai kesuksesan fenomenal seperti Henry Ford, Andrew Carnegie, John D Rockerfeller, George Eastman mempunyai satu kesamaan. Mereka sama-sama memiliki suatu tujuan yang jelas dan pasti.

Jack Ma founder Alibaba yang merupakan raksasa E-Commerce global dan pemegang rekor nilai IPO teknologi sampai saat ini adalah salah satu contoh dari sekian banyak entrepreneur yang memulai jalan suksesnya dengan kejelasan tujuan serta misi mereka. Entrepreneur Indonesia yang fenomenal seperti William Tanuwijaya founder Tokopedia dan Nadiem Makarim founder Go-Jek juga memiliki karakteristik yang sama yaitu kejelasan tujuan.

Jack Ma dalam mendirikan Alibaba mempunyai tujuan memudahkan usaha kecil dan menengah China untuk turut serta dalam perdagangan internasional. William Tanuwijaya mempunyai tujuan membuat platform jual beli online yang dapat dipercaya dan membantu indonesia yang lebih baik dengan internet. Begitu juga Nadiem Makarim yang mendirikan Go-Jek dengan tujuan yang jelas yaitu meningkatkan kesejahteraan dan efisiensi ojek serta meningkatkan mobilitas masyarakat.

 

Apa minat pribadi anda?

Untuk pertanyaan ini jangan terlalu banyak berpikir, tulis semua minat yang muncul dalam benak anda dan beri nilai dari 1-5 mengenai seberapa besar minat anda untuk hal tersebut. Proses ini perlu dilakukan karena tidak sedikit entrepreneur yang kemudian menemukan bisnis yang sesuai dengan minat atau hobi pribadi. Evaluasi dari apakah minat tersebut dapat dijadikan suatu bisnis yang prospektif kemudian dilakukan pada tahapan berikutnya yaitu merancang rencana bisnis.

 

2. Merancang Rencana Bisnis

Setelah mengetahui diri sendiri selanjutnya dalam cara memulai bisnis adalah tahap membuat rencana bisnis. Membuat rencana bisnis disini diperlukan untuk membentuk gambaran yang lebih jelas mengenai keseluruhan konsep bisnis yang akan dijalankan. Membuat rencana bisnis  sangat diperlukan karena rencana bisnis selain menjadi pedoman dari pendirian dan pelaksanaan ide bisnis tetapi juga dapat menjadi aset yang penting jika kemudian diperlukan pendanaan dari luar.

Membuat rencana bisnis juga membantu kemungkinan sukses ide bisnis anda dan membantu perkembangan bisnis. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Small Business Economics, entrepreneur yang membuat rencana bisnis memiliki kemungkinan 152% lebih tinggi untuk benar-benar memulai ide bisnisnya.1 Kolerasi pertumbuhan perusahaan dengan membuat rencana bisnis juga ditunjukkan dalam penelitian yang lain dimana perusahaan yang membuat rencana bisnis mempunyai tingkat pertumbuhan 30% lebih cepat dibandingkan perusahaan yang tidak membuat rencana bisnis.2 Selain itu 72% dari perusahaan yang bertumbuh pesat (pendapatan tumbuh 92% dari tahun sebelumnya) mempunyai rencana bisnis yang mengatur berbagai aspek seperti penanggaran, target pendapatan, pencapaian, strategi pemasaran, strategi inovasi dan lain-lain.

Membuat rencana bisnis dimulai dengan menemukan ide bisnis yang sesuai dengan hasil evaluasi pribadi pada tahap 1 diatas. Jika tujuan anda membuat bisnis adalah memperoleh kebebasan dalam mengatur waktu dan menjadi bos, maka lebih baik membangun bisnis berbasis waralaba atau rental alih-alih membangun startup teknologi yang membutuhkan pendanaan venture capital atau angel  investor.

Dalam tahap mencari ide bisnis yang sesuai salah satu kunci menemukan ide yang bagus adalah pertajam observasi dan pengamatan anda untuk mencari adanya masalah yang menggangu. Dari masalah tersebut dapat digali lebih lanjut apakah sudah ada yang menawarkan solusinya dan apakah ada yang dapat diperbaiki dalam solusi yang sudah ditawarkan. Jangan lupa untuk selalu menulis dalam buku catatan anda setiap ide-ide, pertanyaan, solusi serta perbaikan yang muncul dalam pikiran anda. Pada malam hari biasakan untuk mengevaluasi hal-hal yang sudah anda tulis dan mulai hari dengan menulis ide-ide baru. Latihan-latihan menulis tersebut sangat penting untuk membiasakan otak dalam mencari ide dan melakukan analisis terhadap ide-ide tersebut.

Setelah mendapatkan ide yang berdasarkan penilaian anda patut dikembangkan lebih jauh kedalam sebuah rencana bisnis mulailah menulis rencana bisnis. Format dan isi dari rencana bisnis anda harus disesuaikan dengan tujuan menulis rencana bisnis, jika anda bermasud untuk dijadikan pedoman pribadi atau tim kecil anda maka tidak perlu membuat rencana bisnis lengkap dan cukup membuat rencana bisnis yang ringkas dan mudah dibaca. Secara garis besar rencana bisnis terdiri dari 8 bagian penting yaitu:

  • Ringkasan Eksekutif : berisi ringkasan dari keseluruhan rencana bisnis yang merupakan poin-poin terpenting dalam rencana bisnis dan biasanya panjangnya tidak lebih dari 2 halaman.
  • Visi dan Misi: berisi tujuan dan nilai-nilai dasar bisnis.
  • Produk: berisi penjelasan tentang produk yang dijual, alasan memilih produk tersebut, nilai tambah yang ditawarkan kepada konsumen dan masalah apa yang dapat diselesaikan dengan produk tersebut.
  • Kompetisi: apa pilihan yang sudah ada bagi masalah yang diselesaikan oleh produk yang ditawarkan? bagian ini menjelaskan mengenai pertanyaan tersebut dan perbandingan nilai yang diberikan.
  • Pemasaran: suatu produk harus menjawab kebutuhan dari target pasar yang dituju. Dalam bagian ini strategi pemasaran mulai dari kebijakan harga, kemasan, penggunaan media sosial serta proses memperoleh pelanggan dijabarkan dengan lebih jelas.
  • Biaya memulai: perhitungan yang matang mengenai keperluan yang vital dalam memulai bisnis merupakan langkah awal dalam memulai bisnis. Oleh karena itu bagian ini harus ada dalam rencana bisnis, rinci seluruh keperluan dalam memulai bisnis mulai dari pendirian badan hukum, alat tulis kantor, biaya pembuatan, biaya peluncuran produk sampai dengan biaya operasi untuk satu kali turnover.
  • Target Micro dan Milestone : Agar rencana bisnis tidak hanya menjadi sekedar rencana dan mempunyai tindakan nyata maka perumusan target micro dan milestone merupakan suatu keharusan. Target Micro adalah target yang dapat dicapai dalam waktu kurang dari 3 bulan dan mempunyai tindakan yang nyata dimulai dari hari ini. Milestone merupakan pencapaian usaha dari target micro yang dilakukan.

 

3. Validasi Ide dan Model Bisnis

Adanya permintaan pasar dan pelanggan yang mau membeli barang atau jasa yang ditawarkan adalah salah satu hal yang paling menentukan apakah suatu bisnis bisa tetap berjalan atau tidak. Walaupun produk yang ditawarkan luar biasa tetapi jika tidak ada yang mau membeli atau menggunakan produk tersebut maka jelas bahwa bisnis tersebut bukan ide yang bagus.

Membuat suatu produk yang hebat tanpa melalui evaluasi pasar dan pelanggan untuk mendapatkan validasi yang dibutuhkan merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh entrepreneur. Padahal mengesampingkan evaluasi pasar dan pelanggan mempunyai akibat yang fatal karena dapat berakibat produk tersebut akan gagal total dipasar dan biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan produk tersebut tidaklah sedikit.

Proses evaluasi ide dan model bisnis dapat membantu anda dalam menghindari  hal tersebut, selain itu validasi secara nyata bahwa terdapat permintaan yang cukup untuk memulai bisnis dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan nyata akan potensi dari bisnis tersebut.

Dengan kemajuan teknologi sekarang ini untuk mendapatkan validasi ide dan model bisnis terdapat banyak cara yang dapat dilakukan, mulai dari riset keyword mesin pencari, wawancara dengan calon pelanggan, informasi dari asosiasi industri terkait, eksperimen facebook ads dan Google ads serta masih banyak cara lain.

Dari proses validasi ide dan model bisnis maka dapat diketahui apakah produk yang akan ditawarkan cukup menarik bagi pelanggan dan mempunyai besar pasar yang cukup. Jika dari proses validasi diperoleh hasil bahwa produk yang ditawarkan diterima dengan baik dan mempunyai besar pasar yang signifikan maka berbahagialah karena ide bisnis anda benar-benar cemerlang dan dapat ditindaklanjuti ketahapan selanjutnya.

Jika dari proses divalidasi diketahui bahwa produk yang ditawarkan tidak mendapat respon positif dari pelanggan maka perlu adanya penyesuaian terhadap produk. Sedangkan jika untuk produk tersebut tidak ada pasar yang cukup untuk mendukung perkembangannya maka perlu dilakukan perubahan segmen pasar atau model bisnis.

 

4. Mencari Pembiayaan Bisnis

Ide bisnis anda sudah lolos dari proses validasi? Bagus! Dengan adanya validasi yang nyata dari pelanggan dan pasar maka akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan pembiayaan yang diperlukan dalam mewujudkan ide bisnis menjadi bisnis yang sebenarnya.

Dalam membiayai bisnis terdapat beberapa opsi yang dapat diambil, opsi yang pertama adalah Bootstrapping atau pembiayaan personal dan organik. Bootstrapping adalah cara membiayai bisnis dengan pembiayaan dalam jumlah kecil, biasanya berasal dari tabungan pribadi, pinjaman personal, kartu kredit, dan sedikit modal dari keluarga atau

Prinsip utama dari bootstrapping adalah kontrol pengeluaran yang tidak diperlukan dan usahakan untuk selalu mempunyai arus kas yang positif karena arus kas positif merupakan kunci dalam pengembangan bisnis. Arus kas yang positif tersebut wajib digunakan untuk investasi lebih lanjut dalam bisnis seperti menambah persediaan barang, membeli infrastruktur, mendapatkan skill vital dan meraih skalabilitas.

Satu hal yang penting apabila memilih bootstrapping adalah walaupun pada awalnya seluruh kegiatan bisnis dilakukan sendiri namun begitu bisnis yang berjalan sudah mempunyai arus kas positif yang cukup untuk menyerahkan pekerjaan tersebut kepada orang lain baik dengan cara mempekerjakan orang atau dengan menyewa jasa perusahaan lain dan fokuskan usaha dan waktu pribadi kepada kegiatan yang benar-benar memberikan hasil paling besar.

Opsi kedua adalah mencari investor eksternal. Mencari investor eksternal membutuhkan adanya rencana bisnis yang lengkap dan komprehensif dalam menjelaskan potensi, risiko serta kebutuhan dana terkait dengan bisnis tersebut. Opsi ini merupakan pilihan utama bagi bisnis yang mempunyai kebutuhan dana tinggi serta periode arus kas negatif yang relatif lama seperti perusahaan start-up.

 

5.Eksekusi dan Improvisasi

Ini adalah langkah terakhir dalam cara memulai bisnis namun menentukan, eksekusi merupakan faktor inti dari berhasil tidaknya bisnis. Keberhasilan eksekusi di dalam dunia bisnis bergantung kepada kemampuan adaptasi dan mengambil keputusan secara tepat. Kedua hal tersebut hanya dapat diperoleh jika pelaku bisnis telah memperoleh pengalaman yang memadai atau nasihat dari mentor.

Dalam eksekusi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa keadaan atau asumsi yang tidak suatu rencana adalah hal yang biasa dan yang harus dilakukan adalah merubah serta mengadaptasi rencana bisnis dengan perubahan dari keadaan tersebut.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here