Beranda Memulai Bisnis Cara Melakukan Validasi Ide Bisnis Dalam 3 Langkah

Cara Melakukan Validasi Ide Bisnis Dalam 3 Langkah

328
0
image credti : pexels.com

Melakukan validasi ide bisnis adalah salah satu langkah memulai bisnis yang menjadi dasar dalam metode Lean Startup dan Customer Development. Melakukan validasi ide bisnis sangatlah penting karena hal ini dapat mengurangi risiko yang anda ambil saat memutuskan untuk memulai bisnis baru.

Katakan anda pada suatu hari mempunyai ide bisnis baru untuk membuat tas ransel yang lebih baik. Anda kemudian merancang ransel anda dengan asumsi-asumsi seperti apa ransel yang dibutuhkan oleh pelanggan anda. Anda kemudian menghabiskan jutaan rupiah untuk membuat produksi pertama tas yang sudah anda rancang.

Namun saat anda menawarkan tas anda kepada calon pelanggan, anda baru mengetahui bahwa mereka tidak menyukai desain anda, dan fitur penting seperti tahan air justru tidak anda tawarkan dalam tas rancangan anda. Apa yang kemudian terjadi? anda tentu akan sulit menjual tas yang sudah anda buat dan menghabiskan jutaan rupiah untuk membuatnya.

Hal tersebut tidak perlu terjadi jika anda terlebih dahulu melakukan validasi ide bisnis anda dan melakukan proses validasi ide anda secara benar. Untuk mencegah hal seperti itu terjadi kepada anda berikut cara melakukan validasi ide bisnis dalam 3 langkah untuk referensi anda.

1. Ubah Asumsi Menjadi Hipotesis

Buatlah daftar seluruh asumsi yang anda gunakan dalam ide bisnis anda, misalnya siapa pelanggan ideal anda, berapa harga yang ideal, permasalahan yang pelanggan anda alami dan apa solusi yang mereka inginkan. Kemudian ubahlah asumsi-asumsi tersebut menjadi hipotesis. Contohnya, jika asumsi anda pelanggan menginginkan fitur anti air maka hipotesis anda adalah jika anda memberikan fitur anti air maka produk anda akan terjual lebih banyak.

Mengubah asumsi menjadi hipotesis diperlukan untuk mendefinisikan akibat yang anda harapkan dari asumsi-asumsi yang anda buat untuk ide bisnis anda.

 

2. Menguji Hipotesis

Setelah mendapatkan hipotesis yang menjadi dasar-dasar dari ide bisnis anda selanjutnya anda harus menguji hipotesis anda tersebut. Menguji hipotesis anda dapat dilakukan dengan wawancara, survei, atau uji A/B.

Teknik pengujian hipotesis perlu disesuaikan dengan hipotesis yang ingin anda uji. Misalnya untuk profil pelanggan, anda dapat melakukan pengujian hipotesis berupa wawancara atau survei.

Sedangkan untuk fitur produk anda dapat melakukan uji A/B di website anda. Dimana pengunjung website anda ditawarkan untuk membeli produk dengan fitur anti air dan produk tanpa fitur anti air. Kemudian lihat apakah produk dengan fitur anti air terjual lebih banyak. Apakah harga extra untuk mendapatkan produk anti air tersebut tidak dihindari oleh pelanggan.

Lebih lanjut untuk hipotesis berupa penentuan harga anda dapat membuat kuisioner untuk pelanggan yang meninggalkan website anda tanpa membeli website atau menanyakan lebih lanjut produk anda. Kemudian buatlah pertanyaan apa yang menyebabkan anda tidak membeli produk kami? Jika harga menjadi jawaban teratas maka jelas bahwa harga yang anda tetapkan terlalu mahal

 

3. Ubah Hipotesis Yang Salah

Setelah anda menguji beberapa hipotesis yang anda buat, kemungkinan besar anda akan menemui hipotesis yang tidak tidak tepat. Contohnya, produk dengan fitur anti air tidak menjual lebih baik dibandingkan produk tanpa fitur anti air. Atau, harga yang menurut anda akan menjadi keunggulan anda dimata pembeli tidak banyak membantu dalam meningkatkan penjualan.

Disaat anda menemui hipotesis yang salah tersebut hanya ada satu hal yang dapat anda lakukan. Anda harus menerima bahwa anda salah dan anda harus mengubah hipotesis tersebut. Cobalah untuk melihat permasalahan dengan cara pandang yang berbeda, anda juga bisa membuat hipotesis yang baru dengan melakukan wawancara atau survei secara mendalam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here