Beranda Memulai Bisnis Rincian Modal Usaha Angkringan dan Keuntungannya

Rincian Modal Usaha Angkringan dan Keuntungannya

254
0
perhitungan rincian modal usaha angkringan
perhitungan rincian modal usaha angkringan

Usaha angkringan sangat populer dan diminati di berbagai kota-kota besar di seluruh wilayah Indonesia. Jika anda tertarik untuk memulai usaha angkringan ada baiknya anda mengetahui berapa rincian modal usaha angkringan yang dibutuhkan sebelumnya.

Angkringan sendiri berasal dari istilah bahasa Jawa yang berarti duduk santai di tempat lesehan. Biasanya usaha angkringan dilakukan di malam hari dengan gerobak kayu dan tikar lesehan untuk tempat duduk pelanggan.

Populernya angkringan sendiri tidak terlepas dari budaya nongkrong malam hari untuk mengobrol dan bersantai. Selain itu angkringan juga populer karena menawarkan makanan-makanan ringan dengan harga murah dan terjangkau.

Baca Juga: Rincian Modal Usaha Tteokbokki Topoki Street Food Korea

Berapa Modal Usaha Angkringan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut sebelumnya kita perlu menetapkan beberapa asumsi terlebih dahulu karena perhitungan berapa modal usaha angkringan yang diperlukan dapat berbeda-beda bergantung lokasinya.

Asumsi pertama adalah lokasi usaha angkringan ini berada di kota-kota pulau Jawa. Asumsi kedua adalah usaha ini dijalankan sendiri tanpa mempekerjakan karyawan. Asumsi ketiga usaha kebutuhan modal kerja dihitung berdasarkan kebutuhan 3 bulan pertama.

Dengan asumsi-asumsi tersebut selanjutnya dapat diperhitungkan kebutuhan modal usaha angkringan sebagai berikut:

Rincian Modal Perlengkapan dan Peralatan Angkringan

Item Jumlah Harga Satuan Harga Total
Gerobak Kayu 1 Rp3.000.000 Rp3.000.000
Terpal Plastik 3 Rp30.000 Rp90.000
Kompor Gas 1 Rp200.000 Rp200.000
Tabung Gas 1 Rp180.000 Rp180.000
Regulator & Selang Gas 1 Rp80.000 Rp80.000
Wajan Penggorengan 1 Rp100.000 Rp100.000
Capit Makanan 3 Rp10.000 Rp30.000
Baki Plastik 5 Rp5.000 Rp25.000
Ceret Teko 1 Rp100.000 Rp100.000
Meja lesehan 3 Rp150.000 Rp450.000
Lampu LED 1 Rp50.000 Rp50.000
Spanduk 1 Rp100.000 Rp100.000
Alat makan 3 Set Rp50.000 Rp150.000
Total Rp4.555.000

Perlu dicatat bahwa biaya tersebut berdasarkan patokan harga di online marketplace pada Mei 2024. Oleh karena itu harga bisa saja lebih murah atau mahal bergantung anda membeli perlengkapan tersebut dimana.

Biaya diatas juga bisa lebih mahal jika anda menyediakan fasilitas lain yang mendukung usaha anda seperti speaker, fasilitas wifi,

Selain modal untuk perlengkapan dan peralatan sebagaimana diatas anda juga memerlukan modal kerja untuk membeli bahan-bahan makanan dan keperluan operasional lainnya.

Adapun beberapa keperluan operasional lain yang anda butuhkan antara lain:

Rincian Modal Kerja Angkringan 

Item Jumlah Harga Satuan Harga Total
Sewa Tempat 3 bln Rp750.000 Rp2.250.000
Listrik dan Air 3 Bln Rp100.000 Rp300.000
Bahan Baku Makanan 3 Turnover Rp500.000 Rp1.500.000
Bahan Baku Minuman 3 Turnover Rp200.000 Rp600.000
Operasional lainnya 3 Turnover Rp300.000 Rp900.000
Total Rp5.550.000

Kebutuhan modal kerja diatas bisa lebih besar atau kecil bergantung kepada kemampuan anda.

Namun modal kerja yang lebih besar dapat mengamankan kelancaran arus kas usaha anda untuk mengantisipasi beberapa masalah operasional seperti masalah kesehatan atau masalah pribadi sehingga anda tidak bisa buka seperti biasa.

Total Modal Usaha Angkringan

Berdasarkan kebutuhan modal usaha berupa perlengkapan dan modal kerja tersebut maka total kebutuhan modal yang diperlukan untuk usaha angkringan adalah sebesar: Rp10.105.000.

Besaran kebutuhan modal tersebut cukup terjangkau mengingat modal tersebut sudah memperhitungkan kebutuhan modal kerja selama 3 bulan.

Sponsored

Baca Juga : Rincian Modal Usaha Warung Kopi (Warkop Indomie) + Analisis

Perhitungan Keuntungan Usaha Angkringan

Setelah mengetahui estimasi kebutuhan modal usaha angkringan diatas tentu anda juga ingin mengetahui dari modal tersebut berapa besar keuntungan yang bisa diraih dari bisnis yang satu ini.

Untuk menghitung potensi keuntungan dari usaha angkringan kita menggunakan beberapa asumsi penting khususnya terkait rata-rata pelanggan harian dan jumlah pembelian rata-rata per pelanggan.

Asumsi rata-rata pelanggan harian berdasarkan observasi ke beberapa angkringan yang cukup ramai adalah sekitar 30-40 pelanggan per hari.

Kemudian nilai rata-rata pembelian per pelanggan dari jumlah pelanggan tersebut adalah sekitar Rp10.000 – Rp15.000.

Berdasarkan estimasi tersebut maka omset perhari dari usaha angkringan berkisar pada: Rp300.000 hingga Rp600.000. Sehingga omset perbulan dari usaha angkringan ini jika beroperasi selama 22 hari dalam sebulan adalah sebesar: Rp9.000.000 hingga Rp18.000.000.

Kemudian dengan asumsi margin kotor dari usaha angkringan ini berkisar antara 40-50% dari omset maka keuntungan bersih yang dapat diraih adalah berkisar: Rp3.600.000 hingga Rp9.000.000.

Kesimpulan

Jika melihat perhitungan kebutuhan modal serta analisis keuntungan yang telah dibuat diatas maka dapat disimpulkan bahwa usaha angkringan ini cukup menggiurkan dengan tingkat pengembalian modal yang menarik dan relatif cepat.

Namun perlu diingat bahwa usaha angkringan ini mempunyai tingkat persaingan yang cukup ketat dan berat. Oleh karena itu penting sekali bagi anda untuk mempersiapkan modal dan juga kemampuan pemasaran yang baik agar usaha angkringan anda bisa ramai.

Sponsored

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini