Usaha angkringan sangat populer dan diminati di berbagai kota-kota besar di seluruh wilayah Indonesia. Jika anda tertarik untuk memulai usaha angkringan ada baiknya anda mengetahui berapa rincian modal usaha angkringan yang dibutuhkan sebelumnya.
Angkringan sendiri berasal dari istilah bahasa Jawa yang berarti duduk santai di tempat lesehan. Biasanya usaha angkringan dilakukan di malam hari dengan gerobak kayu dan tikar lesehan untuk tempat duduk pelanggan.
Populernya angkringan sendiri tidak terlepas dari budaya nongkrong malam hari untuk mengobrol dan bersantai. Selain itu angkringan juga populer karena menawarkan makanan-makanan ringan dengan harga murah dan terjangkau.
Baca Juga:Â Rincian Modal Usaha Tteokbokki Topoki Street Food Korea
Berapa Modal Usaha Angkringan?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut sebelumnya kita perlu menetapkan beberapa asumsi terlebih dahulu karena perhitungan berapa modal usaha angkringan yang diperlukan dapat berbeda-beda bergantung lokasinya.
Asumsi pertama adalah lokasi usaha angkringan ini berada di kota-kota pulau Jawa. Asumsi kedua adalah usaha ini dijalankan sendiri tanpa mempekerjakan karyawan. Asumsi ketiga usaha kebutuhan modal kerja dihitung berdasarkan kebutuhan 3 bulan pertama.
Dengan asumsi-asumsi tersebut selanjutnya dapat diperhitungkan kebutuhan modal usaha angkringan sebagai berikut:
Rincian Modal Perlengkapan dan Peralatan Angkringan
| Item | Jumlah | Harga Satuan | Harga Total |
| Gerobak Kayu | 1 | Rp3.000.000 | Rp3.000.000 |
| Terpal Plastik | 3 | Rp30.000 | Rp90.000 |
| Kompor Gas | 1 | Rp200.000 | Rp200.000 |
| Tabung Gas | 1 | Rp180.000 | Rp180.000 |
| Regulator & Selang Gas | 1 | Rp80.000 | Rp80.000 |
| Wajan Penggorengan | 1 | Rp100.000 | Rp100.000 |
| Capit Makanan | 3 | Rp10.000 | Rp30.000 |
| Baki Plastik | 5 | Rp5.000 | Rp25.000 |
| Ceret Teko | 1 | Rp100.000 | Rp100.000 |
| Meja lesehan | 3 | Rp150.000 | Rp450.000 |
| Lampu LED | 1 | Rp50.000 | Rp50.000 |
| Spanduk | 1 | Rp100.000 | Rp100.000 |
| Alat makan | 3 Set | Rp50.000 | Rp150.000 |
| Total | Rp4.555.000 | ||
Perlu dicatat bahwa biaya tersebut berdasarkan patokan harga di online marketplace pada Mei 2024. Oleh karena itu harga bisa saja lebih murah atau mahal bergantung anda membeli perlengkapan tersebut dimana.
Biaya diatas juga bisa lebih mahal jika anda menyediakan fasilitas lain yang mendukung usaha anda seperti speaker, fasilitas wifi,
Selain modal untuk perlengkapan dan peralatan sebagaimana diatas anda juga memerlukan modal kerja untuk membeli bahan-bahan makanan dan keperluan operasional lainnya.
Adapun beberapa keperluan operasional lain yang anda butuhkan antara lain:
Rincian Modal Kerja AngkringanÂ
| Item | Jumlah | Harga Satuan | Harga Total |
| Sewa Tempat | 3 bln | Rp750.000 | Rp2.250.000 |
| Listrik dan Air | 3 Bln | Rp100.000 | Rp300.000 |
| Bahan Baku Makanan | 3 Turnover | Rp500.000 | Rp1.500.000 |
| Bahan Baku Minuman | 3 Turnover | Rp200.000 | Rp600.000 |
| Operasional lainnya | 3 Turnover | Rp300.000 | Rp900.000 |
| Total | Rp5.550.000 | ||
Kebutuhan modal kerja diatas bisa lebih besar atau kecil bergantung kepada kemampuan anda.
Namun modal kerja yang lebih besar dapat mengamankan kelancaran arus kas usaha anda untuk mengantisipasi beberapa masalah operasional seperti masalah kesehatan atau masalah pribadi sehingga anda tidak bisa buka seperti biasa.
Total Modal Usaha Angkringan
Berdasarkan kebutuhan modal usaha berupa perlengkapan dan modal kerja tersebut maka total kebutuhan modal yang diperlukan untuk usaha angkringan adalah sebesar: Rp10.105.000.
Besaran kebutuhan modal tersebut cukup terjangkau mengingat modal tersebut sudah memperhitungkan kebutuhan modal kerja selama 3 bulan.
Baca Juga :Â Rincian Modal Usaha Warung Kopi (Warkop Indomie) + Analisis
Perhitungan Keuntungan Usaha Angkringan
Setelah mengetahui estimasi kebutuhan modal usaha angkringan diatas tentu anda juga ingin mengetahui dari modal tersebut berapa besar keuntungan yang bisa diraih dari bisnis yang satu ini.
Untuk menghitung potensi keuntungan dari usaha angkringan kita menggunakan beberapa asumsi penting khususnya terkait rata-rata pelanggan harian dan jumlah pembelian rata-rata per pelanggan.
Asumsi rata-rata pelanggan harian berdasarkan observasi ke beberapa angkringan yang cukup ramai adalah sekitar 30-40 pelanggan per hari.
Kemudian nilai rata-rata pembelian per pelanggan dari jumlah pelanggan tersebut adalah sekitar Rp10.000 – Rp15.000.
Berdasarkan estimasi tersebut maka omset perhari dari usaha angkringan berkisar pada: Rp300.000 hingga Rp600.000. Sehingga omset perbulan dari usaha angkringan ini jika beroperasi selama 22 hari dalam sebulan adalah sebesar: Rp9.000.000 hingga Rp18.000.000.
Kemudian dengan asumsi margin kotor dari usaha angkringan ini berkisar antara 40-50% dari omset maka keuntungan bersih yang dapat diraih adalah berkisar: Rp3.600.000 hingga Rp9.000.000.
Kesimpulan
Jika melihat perhitungan kebutuhan modal serta analisis keuntungan yang telah dibuat diatas maka dapat disimpulkan bahwa usaha angkringan ini cukup menggiurkan dengan tingkat pengembalian modal yang menarik dan relatif cepat.
Namun perlu diingat bahwa usaha angkringan ini mempunyai tingkat persaingan yang cukup ketat dan berat. Oleh karena itu penting sekali bagi anda untuk mempersiapkan modal dan juga kemampuan pemasaran yang baik agar usaha angkringan anda bisa ramai.











