Beranda Memulai Bisnis 5 Cara Karyawan Menjadi Pengusaha Dengan Risiko Kecil

5 Cara Karyawan Menjadi Pengusaha Dengan Risiko Kecil

151
0
cara karyawan menjadi pengusaha dengan risiko kecil, memulai usaha, memulai bisnis
image credit : pexels.com

Apakah ada cara karyawan menjadi pengusaha dengan risiko yang kecil? 

Menjadi seorang pengusaha identik dengan menanggung risiko besar. Terlebih jika seseorang tersebut sebelumnya adalah karyawan yang mempunyai pekerjaan “mapan” dan “mempunyai fasilitas”.

Meninggalkan pekerjaan yang mapan dan bergaji pasti untuk membangun bisnis yang belum dapat dipastikan berapa pendapatan perbulannya, atau bahkan untung ruginya memang mengandung risiko yang tidak kecil.

Walaupun begitu tidak sedikit dari mereka yang sanggup “melompat” dari seorang karyawan menjadi pengusaha. Contohnya, William Tanuwijaya yang sebelum mendirikan Tokopedia bekerja sebagai karyawan selama 10 tahun.

Terkait : Pengusaha Indonesia Sukses Dari Nol

Kisah sukses Tim Ferriss, milyuner, pengusaha multinasional, dan penulis New York Times Best Seller juga merupakan salah satu contoh yang berhasil menjadi pengusaha dengan menggunakan cara karyawan menjadi pengusaha dengan risiko kecil.

Namun, cara karyawan menjadi pengusaha dengan risiko kecil tersebut memerlukan komitmen waktu, kerja keras dan pengorbanan yang tidak sedikit. Anda akan dituntut untuk mengurangi waktu senang-senang, berhemat dan menghabiskan sisa waktu luang anda untuk membangun bisnis anda.

Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk “melompat” dari karyawan menjadi pengusaha anda perlu mengetahui jawaban dari pertanyaan dibawah ini.

 

Apakah anda siap menjadi pengusaha?

pertanyaan pengusaha
image credit : pexels.come 

Apa yang menjadi alasan anda untuk menjadi pengusaha? apakah anda mempunyai ide bisnis yang terus menghantui benak anda? apakah anda menginginkan kebebasan? atau anda membenci pekerjaan anda yang sekarang dan anda membutuhkan perubahan?

Jika alasan anda untuk menjadi pengusaha adalah alasan yang ketiga, memulai bisnis dan menjadi pengusaha bukan solusinya, terutama jika kerja keras, tingkat stress yang tinggi, atasan atau rekan kerja yang buruk atau bayaran yang kecil adalah alasan anda tidak menyukai pekerjaan anda.

Karena saat anda memulai bisnis dan menjadi pengusaha, terdapat kemungkinan yang tinggi anda akan mengalaminya. Menemukan pekerjaan yang lain dapat menjadi solusi yang lebih baik dalam kondisi tersebut.

Jika anda ingin menjadi pengusaha karena ide bisnis yang terus menghantui anda atau anda mempunyai keinginan yang mendalam untuk menjadi pengusaha maka saatnya untuk memikirkan secara serius untuk menjalani jalan dari karyawan menjadi pengusaha.

 

Jalan Alternatif Dari Karyawan Menjadi Pengusaha

Kebanyakan orang membayangkan “lompatan” dari karyawan menjadi pengusaha adalah sesuatu hal yang dramatis dan spektakuler. Anda mungkin membayangkan sang karyawan menyodorkan surat resign kepada bos dan menyalami rekan-rekannya sambil keluar kantor. Dengan tidak adanya pilihan untuk kembali, sang karyawan yang menjadi pengusaha tersebut kemudian menemukan kesuksesan tidak lama setelah meninggalkan pekerjaannya.

Namun kenyataannya tidaklah selalu seindah bayangan tersebut. Melakukan perubahan dari karyawan menjadi pengusaha tanpa persiapan yang cukup dapat mengubahnya menjadi mimpi buruk.

Selain itu, kesuksesan dalam berbisnis biasanya baru muncul setelah melewati waktu yang cukup lama dan tanpa persiapan yang baik hal ini dapat mengakibatkan kebangkrutan bisnis anda atau bahkan diri anda sendiri.

Oleh karena itu, jika anda adalah seorang karyawan yang ingin menjadi pengusaha, sebelum memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan anda, ketahui terlebih dahulu poin-poin untuk mengurangi risiko yang anda tanggung dengan 5 Cara Karyawan Menjadi Pengusaha Dengan Risiko Kecil sebagaimana dibawah ini.

 

 

1. Temukan dan Kembangkan Ide Bisnis Anda

bagaimana cara mewujudkan ide bisnis menjadi kenyataan
image credit : pexels.com

Setelah anda memutuskan untuk meninggalkan status karyawan dan menjadi pengusaha, orang-orang akan bertanya apa bisnis yang akan anda lakukan. Hal tersebut wajar, tetapi bagi sebagian calon pengusaha pertanyaan tersebut tidak mudah untuk dijawab.

Sebelum anda meninggalkan kehidupan sebagai karyawan memulai bisnis, anda harus mempunyai gambaran yang jelas mengenai apa yang akan anda lakukan/jual.

Ide bisnis yang baik adalah ide bisnis yang memberikan solusi yang baru atau lebih baik bagi suatu masalah. Ide bisnis yang buruk adalah ide bisnis yang hanya menjadi sekedar suatu pilihan yang medioker alias biasa-biasa saja.

Namun untuk menemukan ide bisnis yang baik tersebut tidaklah mudah. Untuk menemukannya anda membutuhkan sedikit penelitian.

 

Bagaimana cara melakukannya? Anda bisa mewawancarai orang yang sesuai dengan target pasar anda dan menanyakan kepada mereka apa permasalahan mereka. Setelah itu anda ungkapkan apa solusi yang bisa anda tawarkan dan apakah mereka mau membayar untuk solusi yang anda tawarkan.

Anda juga dapat melakukan tes pasar kecil-kecilan dengan memberikan sampel produk kepada target pasar anda dan meminta respon apakah produk yang anda hasilkan mempunyai nilai yang cukup untuk dibeli pada harga yang menguntungkan untuk anda.

Intinya, anda harus mempunyai ide bisnis yang matang sebelum meninggalkan pekerjaan anda. Hal ini berarti anda harus mengerjakan riset dan validasi ide bisnis anda di waktu-waktu senggang seperti diluar jam kerja dan hari libur.

Baca Juga : Langkah Menemukan Ide Bisnis Yang Tepat

 

2. Membuat Rencana Bisnis

image credit : Sacha Cua via flickr

Setelah anda mematangkan ide bisnis, saatnya bagi anda untuk fokus kepada strategi. Pertajam ide bisnis anda dengan membuat rencana bisnis yang berfungsi untuk pedoman untuk memulai bisnis anda.

Rencana bisnis menjelaskan lebih rinci mengenai apa yang anda lakukan/jual, siapa target pelanggan anda, berapa modal yang diperlukan, siapa pesaing anda, dan apa strategi anda untuk memasarkan produk/jasa yang anda tawarkan. Menjelaskan hal-hal tersebut sangat penting dalam cara karyawan menjadi pengusaha dengan risiko kecil.

Hal tersebut karena anda dapat menghemat waktu yang signifikan, mengurangi kemungkinan overspending, dan mempersiapkan diri anda untuk mengetahui secara lebih mendalam mengenai bisnis anda dan strategi yang perlu anda lakukan.

Anda tidak perlu mengetahui seluruh detil sebelum dan menuliskannya dalam rencana bisnis anda memulai bisnis. Tetapi mengetahui aspek penting dalam bisnis anda merupakan kunci dari keberhasilan anda.

Dalam memulai bisnis, kemungkinan besar yang terjadi tidaklah sesuai dengan rencana anda. Namun, rencana bisnis dapat membantu anda dalam menilai akibat dari sesuatu yang tidak direncanakan tersebut dan membuat solusi untuk mengatasinya.

 

3. Bangun Jaringan Anda

cara membuat penawaran penjualan
image credit : pexels.com

Meninggalkan status dari karyawan menjadi pengusaha tidak berarti anda harus mengembangkan bisnis sendirian. Koneksi dan jaringan yang telah anda miliki dapat menjadi aset yang penting untuk keberhasilan bisnis anda.

Seorang pengusaha yang sukses dapat memanfaatkan sumberdaya dengan baik, hal ini termasuk jaringan dan koneksi yang dimilikinya. Oleh karena itu membangun jaringan sangatlah penting dalam cara karyawan menjadi pengusaha dengan risiko kecil.

Mentor atau ahli yang mempunyai pengalaman di bidang bisnis yang anda mulai termasuk salah satu jaringan atau koneksi yang penting untuk anda bangun. Mempunyai mentor dapat memberikan keunggulan bagi anda untuk tidak sekedar membuat asumsi dalam memulai bisnis anda, anda dapat menggunakan pengalaman dan tips-tips dari mentor anda untuk menghindari kegagalan atau menanggulangi risiko yang besar.

Anda dapat membangun jaringan dengan bergabung dengan komunitas atau asosiasi pengusaha. Atau dengan menggunakan sedikit kreativitas, anda bisa membangun jaringan dengan membuat video perkenalan yang unik, menguploadnya di Youtube dan mengirimkan linknya di email perkenalan anda kepada pengusaha terkenal.

Baca Juga : 7 Manfaat Networking Untuk Usaha Kecil dan Menegah (UKM)

 

4. Dapatkan Pelanggan Pertama Anda

Semua bisnis membutuhkan pelanggan untuk hidup. Mendapatkan pelanggan pertama adalah langkah penting untuk meninggalkan dunia sebagai karyawan dan menjadi pengusaha. Kenapa? mendapatkan pelanggan pertama menjadi pembuktian yang pertama bahwa ada orang yang ingin membayar untuk produk/jasa yang anda tawarkan.

Jika anda bahkan tidak bisa mendapatkan pelanggan pertama sebelum meninggalkan pekerjaan anda, maka anda kemungkinan besar akan menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk bisa mendapatkan satu pelanggan saja.

Oleh karena itu jika dimungkinkan ujilah ide bisnis anda dengan meluncurkan versi skala kecil dari bisnis anda. Misalnya jika anda ingin berbisnis sepatu anda bisa memulai dengan menawarkan satu desain yang telah anda buat dan membuka pre-order bagi yang ingin membeli.

Untuk bisnis kuliner anda bisa melakukannya dengan membuat versi rumahan yang fokus kepada sistem delivery menggunakan Go-Jek atau pesanan.

Intinya, anda perlu mendapatkan penjualan sebelum meninggalkan pekerjaan anda untuk melihat bagaimana peluang yang ada dipasar dan apakah bisnis anda bisa bertahan.

 

5. Langkah Akhir Dari Cara Karyawan Menjadi Pengusaha – Scaling Up

cara mendapatkan pelanggan baru
image credit : pexels.com

Apakah bisnis anda telah mendapatkan pendapatan yang dapat diprediksi? Apakah anda melihat jalan untuk mengembangkan bisnis sampingan anda menjadi lebih besar? Jika ya selamat! anda sampai pada tahap akhir dari cara karyawan menjadi pengusaha yaitu Scaling Up.

Scaling Up dilakukan dengan meningkatkan produktivitas anda dan melakukan marketing secara lebih agresif. Pelajari apa strategi marketing yang memberikan hasil positif dan strategi apa yang tidak memberikan hasil. Kemudian fokuskan upaya anda kepada strategi marketing yang telah memberikan hasil positif tersebut.

Baca Juga : 5 Cara Mengembang Bisnis Dengan Scale Up

Seperti yang bisa Anda lihat, menjadi pengusaha membutuhkan banyak kerja keras bahkan sebelum Anda mempertimbangkan untuk berhenti dari pekerjaan sehari-hari Anda. Namun, jika Anda mengikuti setiap langkah yang tercantum di atas dan anda masih yakin dengan keputusan anda untuk berubah dari karyawan menjadi pengusaha, anda dapat mengambil langkah nyata untuk meninggalkan hidup anda sebagai karyawan untuk menjadi pengusaha.

Masih banyak tantangan yang akan anda hadapi sebagai pengusaha, tapi bagi sebagian besar pengusaha, manfaat kerja yang mempunyai arti dan kebebasan menentukan jauh lebih penting dari keamanan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here