kendala UMKM di Indonesia, masalah UMKM
image : pexels.com | kendala umkm di Indonesia

Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM merupakan salah satu mesin utama penggerak ekonomi Indonesia. Posisi penting UMKM dalam perekonomian tercermin dalam berbagai indikator penting perekonomian seperti kontribusi terhadap PDB yang mencapai 63% dan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 99%. Meskipun begitu masih terdapat berbagai kendala UMKM di Indonesia yang menghambat pertumbuhan UMKM untuk naik kelas.

Masih banyaknya masalah yang dihadapi oleh UMKM untuk berkembang dapat dilihat dari besarnya persentase Usaha Mikro yang tidak berubah selama 10 tahun lalu. Usaha mikro saat ini masih mendominasi UMKM Indonesia dengan 98.7% dari total unit UMKM. Sedangkan Usaha Kecil hanya 1.2% dan Usaha Menengah hanya 0.11% dari seluruh unit UMKM.

Persentase usaha kecil dan menengah yang sangat rendah tersebut menunjukkan UMKM Indonesia mengalami kesulitan untuk naik tingkat dari skala mikro menjadi usaha kecil atau menengah.

Jika anda seorang pengusaha UMKM atau bermaksud untuk memulai usaha anda maka dengan mengetahui apa saja kendala UMKM di Indonesia anda dapat lebih siap dan mengantisipasi terjebaknya bisnis anda di hambatan yang serupa.

Beberapa masalah dan kendala UMKM di Indonesia yang umumnya dihadapi adalah sebagai berikut:

1. Keterbatasan Sumber Daya Manusia

UMKM pada umumnya mempunyai sumber daya manusia yang sangat terbatas. Sebagian besar UMKM terdiri usaha mikro yang pegawainya kurang dari 10 orang. Tidak hanya dari jumlah, kualitas SDM dari UMKM juga cenderung lebih rendah dibandingkan dengan usaha besar.

Keterbatasan tersebut tidak saja bersumber dari kemampuan keuangan UMKM yang terbatas sehingga sulit untuk menarik pekerja terampil. Tetapi juga karena tidak adanya sistem pelatihan yang baik dan baku terhadap karyawan baru. Karyawan hanya belajar dari melakukan pekerjaannya atau dari observasi terhadap praktek yang dilakukan.

Masalah keterbatasan SDM yang dialami UMKM menimbulkan berbagai hal. Salah satunya adalah kesulitan UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka dengan menyerap teknologi atau pengetahuan yang baru. Keterbatasan SDM juga mengakibatkan UMKM seringkali mengalami kesulitan untuk melakukan pemasaran.

2. Keterbatasan Modal

Keterbatasan modal adalah salah satu kendala UMKM di Indonesia yang paling banyak disebutkan oleh para ahli ataupun praktisi bisnis UMKM. Masalah keterbatasan modal khususnya menjadi masalah besar bagi usaha skala mikro dan skala kecil karena kebanyakan usaha mikro atau kecil tidak mempunyai aset untuk diagunkan.

Masalah keterbatasan modal bagi usaha mikro dan kecil banyak menjadi kendala karena sebagian besar usaha mikro dan kecil dimulai dengan modal terbatas. Dalam mempersiapkan modal memulai usaha tersebut banyak pengusaha yang hanya memperhitungkan modal awal untuk pengadaan barang atau jasa yang diperlukan dalam memulai.

Sedangkan untuk modal kerja atau biaya operasional jarang diperhitungkan sebagai modal untuk memulai. Padahal modal kerja atau biaya operasional menjadi sangat penting bagi usaha yang baru karena seringkali dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk menggaet pelanggan dan menghasilkan uang untuk membiayai biaya operasional.

Masalah keterbatasan modal juga menghambat kemampuan UMKM untuk berkembang, memanfaatkan dan mengadopsi teknologi baru serta berbagai aspek bisnis lainnya. Oleh karena itu kendala UMKM di Indonesia berupa keterbatasan modal menjadi salah satu perhatian pemerintah dengan adanya berbagai program pemerintah untuk mengatasi permodalan UMKM.

3. Keterbatasan Pemasaran

Kendala UMKM di Indonesia yang selanjutnya adalah kurangnya kemampuan pemasaran dan menjual barang yang telah dihasilkan atau dipasarkan.

Banyak UMKM yang tidak mempunyai tim pemasaran atau sales sendiri. Bahkan banyak juga UMKM yang tidak memiliki anggaran untuk melakukan pemasaran. Pemasaran yang dilakukan terbatas dari rekomendasi dari mulut ke mulut dan sosial media yang dilakukan gratis.

Tidak hanya itu, masih banyak UMKM yang belum “go online” atau aktif memasarkan dan menjual produknya melalui media online. UMKM yang sudah memasarkan secara online pun masih banyak yang tidak maksimal karena terhambat dengan keterbatasan informasi dan pengetahuan untuk dapat melalukan pemasaran online secara efektif dan efisien.

 

4. Lemahnya Manajemen Keuangan

Pondasi dari setiap bisnis yang baik adalah kuatnya manajemen keuangan bisnis tersebut. Manajemen keuangan yang baik menjadi salah satu kendala UMKM di Indonesia dengan masih banyaknya UMKM yang tidak memahami betapa pentingnya arus kas perusahaan dan alokasi investasi yang tepat untuk pertumbuhan perusahaan.

Tanpa adanya arus kas yang cukup, perusahaan manapun tidak dapat membayar gaji karyawan, membeli persediaan, atau untuk sekedar membayar listrik dan air.

Pendapatan dan nilai penjualan yang besar tidak berarti anda mempunyai arus kas yang sehat jika pelanggan anda mempunyai tenggat waktu pembayaran yang lebih panjang dari tenggat waktu anda untuk membayar tagihan UMKM anda.

Oleh karena itu menjadi sangat penting bagi UMKM untuk memastikan setiap penjualan yang terjadi dapat dilunasi oleh pelanggan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya untuk memastikan kesehatan arus kas.

Selain itu alokasi investasi juga sangat penting bagi UMKM karena dengan mengalokasikan kas yang tidak terpakai pada investasi yang tepat dapat membantu bisnis anda berkembang dengan adanya imbal hasil dari investasi yang UMKM anda lakukan.

 

5. Tidak Melakukan Perencanaan

Tidak banyak UMKM yang aktif melakukan perencanaan bisnis secara berkala. Banyak UMKM yang tidak melihat pentingnya rencana bisnis.

Padahal bisnis besar secara rutin membuat rencana bisnis untuk berbagai peluncuran produk baru atau bahkan untuk menguraikan strategi mereka.

Anda mungkin tidak memerlukan rencana bisnis yang rumit seperti bisnis besar. Tetapi rencana bisnis yang sederhana saja dapat berguna untuk menguraikan strategi secara mendetail, dan dapat meningkatkan pengetahuan anda mengenai pasar bisnis anda.

Tidak hanya itu, rencana bisnis juga dapat membantu anda menetapkan target secara jelas dan juga untuk mencari pendanaan guna mengembangkan bisnis anda.

 

Baca Juga : Bagaimana Cara Membuat Rencana Bisnis Lengkap

6. Kelemahan Branding

Starbuck tidak memiliki kopi yang murah atau kopi yang luar biasa enak. Banyak UMKM yang sebenarnya menawarkan kopi yang lebih enak dengan harga yang lebih murah. Meskipun demikian UMKM sulit bersaing dengan Starbuck karena Starbuck memiliki brand yang sangat kuat.

Branding yang kuat dapat meningkatkan profitabilitas suatu usaha, meningkatkan keunggulan kompetitif dan membantu usaha berkembang.

Banyak pelaku usaha UMKM yang tidak memperhatikan branding usaha mereka dan berakibat pada lemahnya posisi UMKM tersebut di pasar.

 

7. Kelemahan Strategi

Kendala UMKM di Indonesia yang terakhir adalah banyak UMKM yang tidak memiliki strategi yang mumpuni. Banyak pelaku usaha UMKM yang hanya fokus kepada berjualan barang tanpa memikirkan bagaimana strategi mereka untuk dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya untuk jangka panjang.

Pelaku usaha UMKM harus meluangkan waktu setiap minggunya untuk melihat apa kelemahan bisnis mereka dan bagaimana persaingan pasar yang ada kemudian mencari potensi solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here