pinjaman modal usaha kecil dan menengah 2020, modal usaha kecil
image credit : pexels.com

Memulai usaha kecil menengah baru bukanlah suatu hal yang mudah. Salah satu tantangan yang sering dihadapi pengusaha pemula dalam memulai, menjalankan dan mengembangkan bisnis adalah mengenai masalah modal usaha. Modal usaha yang cukup sangat penting untuk setiap usaha, seringkali pengusaha memerlukan pinjaman modal usaha kecil dan menengah untuk menjaga kelancaran dan kesehatan usaha mereka.

Namun usaha kecil dan menengah seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses pinjaman modal usaha kecil menengah yang mereka perlukan. Masalah tersebut umumnya terkait dengan tidak adanya agunan yang dapat diterima lembaga keuangan terkait, kurang lamanya usaha berjalan, sampai tidak adanya pembukuan yang jelas.

Jika anda seorang pengusaha atau calon pengusaha kecil menengah yang sedang mencari sumber pinjaman modal usaha kecil menengah maka anda berada ditempat yang tepat. Di artikel ini kami akan membagikan beberapa sumber pinjaman modal usaha kecil dan menengah sebagai referensi anda.

Pinjaman Modal Usaha Kecil Pemerintah

Usaha mikro kecil menengah merupakan sektor bisnis yang mempunyai peran penting dan strategis dalam perekonomian Indonesia. UMKM dapat menyerap 96% angkatan kerja yang mencapai lebih dari 76 juta orang dan menyumbangkan 60% GDP.

Oleh karena itu pemerintah memberikan dukungan terhadap perkembangan UMKM dengan mengeluarkan berbagai program untuk UMKM. Salah satunya adalah program pinjaman modal usaha kecil dan menengah sebagai berikut.

1. UMi – Pinjaman Usaha Ultra Mikro 

UMi adalah Pembiayaan Ultra Mikro program yang diinisiasi Pemerintah sebagai tahap lanjutan dari program bantuan sosial menjadi yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

UMi memberikan fasilitas pinjaman usaha kecil maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank antara lain: PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Syarat mendapatkan UMi terbilang mudah yaitu:

  • Tidak sedang dibiayai oleh lembaga keuangan/koperasi.
  • Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan Elektronik.
  • Memiliki ijin usaha/keterangan usaha dari instansi pemerintah dan/atau surat keterangan usaha dari penyalur.

Sedangkan syarat tambahan dari PT Pegadaian (Persero) sebagai lembaga penyalur dengan program Kreasi Ultra Mikro adalah:

  • Jaminan BPKB kendaraan bermotor;
  • Plafon Rp. 1 juta – Rp. 10 juta
  • Sewa modal: 1.12% per bulan (bulanan)
  • Tenor dari 12 bulan sampai 36 bulan
  • Memiliki pendamping kreasi usaha mikro
  • Kartu Keluarga, foto tempat tinggal dan foto tempat usaha

2. Pinjaman LPDB – KUMKM

LPDB-KUMK adalah Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah yang melaksanakan pengelolaan dana bergulir untuk pembiayaan KUMKM antara lain berupa pinjaman dan bentuk pembiayaan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan KUMKM, dimana ketentuan mengenai kriteria KUMKM di tetapkan oleh LPDB-KUMKM.

LPDB-KUMKM dibentuk dengan Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 9.4/Per/M.KUMKM/VIII/2006 tanggal 18 Agustus 2006 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 11/Per/M.KUKM/VI/2008 tanggal 26 Juni 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

LPDB-KUMKM memberikan pinjaman yang terjangkau untuk usaha mikro dan kecil melalui Koperasi dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Menjalankan usaha produktif;
  2. Memenuhi kriteria Usaha Mikro atau Kecil;
  3. Usahanya layak sesuai penilaian KJKS/UJKS–Koperasi Primer;
  4. Memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja;
  5. Bersedia memenuhi persyaratan lainnya yang ditetapkan oleh KJKS/UJKS-Koperasi Prime

Adapun ketentuan pembiayaannya adalah:

  1. Pembiayaan diberikan atas dasar analisa kelayakan usaha;
  2. Jenis pembiayaan Mudharabah dan atau Murabahah untuk usaha produktif;
  3. Plafond pembiayaan maksimal Rp. 5.000.000,- per Usaha Mikro dan Rp. 50.000.000,- per Usaha Kecil;
  4. Jangka waktu pembiayaan paling lama 3 (tiga) tahun;
  5. Tingkat bagi hasil/marjin pembiayaan kepada Usaha Mikro dan Kecil (end user/penerima akhir), sesuai dengan tarif yang disetujui oleh Menteri Keuangan;
  6. Jadwal pembayaran angsuran pokok dan bagi hasil/marjin pembiayaan kepada KJKS/UJKS-Koperasi Primer dibayarkan sesuai kesepakatan sampai dengan pelunasan pembiayaan;<
  7. Perjanjian pembiayaan dan jaminan dibuat sesuai dengan ketentuan yang berlaku di KJKS/UJKS-Koperasi Prime

 

3. KUR – Kredit Usaha Rakyat 

Pinjaman KUR atau Kredit Usaha Rakyat merupakan pinjaman bunga rendah untuk UMKM produktif yang disponsori dan disubsidi oleh pemerintah.

KUR disalurkan oleh Bank-bank BUMN  seperti BRI, Mandiri, BNI, dan BTN dan juga beberapa Bank swasta seperti Bank Bukopin, Bank Artha Graha, BCA dan lainnya.

KUR mempunyai syarat yang ringan dimana pinjaman dapat diberikan tanpa agunan, bunga rendah 6%,syarat usaha berjalan yang relatif singkat (6 bulan), dan tidak memiliki kredit perbankan yang aktif (kecuali konsumtif).

KUR untuk usaha mikro mempunyai plafon maksimal Rp. 50 juta . Sedangkan KUR usaha kecil mempunyai plafon dari Rp. 50 juta – Rp. 500 juta. Selain dari skala usahanya, KUR juga dibedakan berdasarkan penggunaannya.

KUR investasi untuk pengembangan usaha mempunyai jangka waktu pinjaman maksimal 5 tahun. Sedangkan KUR modal kerja untuk membiayai operasional usaha mempunyai jangka waktu pinjaman maksimal 4 tahun.

Pinjaman Modal Usaha Kecil Menengah Bank dan Lembaga Keuangan

Pinjaman usaha untuk UKM tidak hanya dapat anda peroleh dari program yang didukung oleh pemerintah. Terdapat beberapa alternatif pembiayaan usaha untuk usaha kecil menengah dari lembaga swasta seperti dibawah ini.

Baca Juga: 14+ Contoh Usaha Kecil Menengah Yang Menguntungkan

4. Kredit Multiguna dan Kredit Tanpa Agunan

Kredit multiguna dan kredit tanpa agunan merupakan salah satu alternatif pembiayaan untuk usaha kecil dan menengah karena syaratnya relatif mudah dan prosesnya yang juga relatif cepat.

Kredit multiguna dapat menjadi pilihan anda jika anda mempunyai aset yang dapat dijadikan jaminan seperti rumah, toko, atau kendaraan bermotor. Sedangkan jika anda tidak memiliki aset yang dapat dijadikan jaminan maka anda bisa memilih kredit tanpa agunan atau KTA. Kredit multiguna biasanya mempunyai bunga yang lebih rendah, tenor lebih panjang dan plafon yang lebih tinggi dari KTA.

Anda dapat memperoleh Kredit Multiguna dan KTA dari Bank Umum dan Bank Syariah ataupun dari lembaga pembiayaan seperti Adira dan lainnya.

 

5. KoinBisnis – Koinworks

Dengan perkembangan teknologi, mendapatkan pinjaman modal usaha kecil dan menengah menjadi semakin mudah dengan munculnya perusahaan teknologi finansial atau TekFin yang memberikan akses pendanaan secara cepat dan mudah kepada usaha kecil dan menengah.

Salah satu perusahaan tekfin yang memberikan pinjaman modal usaha kepada UMKM adalah Koinworks. Koinworks melalui KoinBisnis menyalurkan pembiayaan yang relatif terjangkau dan mudah untuk UKM.

KoinBisnis dapat menerima pengajuan tanpa agunan dengan jumlah pinjaman sampai Rp 2 miliar dengan bunga mulai dari 0,76% sampai 1,67% per bulan dan biaya provisi dari 2%-4%.

Dokumen persyaratannya juga relatif sederhana dimana untuk individu:

  • KTP
  • NPWP (jika pengajuan diatas 50 juta)
  • Kartu Keluarga (jika menikah)
  • Mutasi rekening 3 bulan terakhir

Sedangkan untuk perusahaan:

  • KTP Direktur/Pemilik
  • NPWP Perusahaan
  • Akta perusahaan terbaru
  • Mutasi rekening 3 bulan terakhir
  • Laporan keuangan.

Baca Juga : Pengertian Peer to Peer Lending dan Manfaatnya Untuk UMKM

Please follow and like us:

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here