Beranda Entrepreneur 8 Cara Mendapatkan Passive Income Dengan Efektif

8 Cara Mendapatkan Passive Income Dengan Efektif

5029
1
cara mendapatkan pasif income
image credit : stocksnap.io

Membangun passive income adalah langkah penting untuk menjadi kaya dan mencapai kebebasan finansial. Dalam artikel Bagaimana Cara Menjadi Orang Kaya membangun passive income adalah langkah kedua untuk menjadi kaya. Dengan membangun sumber passive income, anda tidak menukar waktu anda dengan uang karena uang anda yang bekerja menghasilkan uang. Jika uang yang dihasilkan tersebut di investasikan kembali membangun passive income maka pendapatan anda pun akan terus bertambah dengan efek bola salju (semakin lama semakin besar efeknya), dengan konsep tersebut anda tentu mengerti bagaimana kekuatan passive income dalam membantu anda menjadi kaya.

Bagaimana Cara Mendapatkan Passive Income?

Untuk mendapatkan passive income anda harus menginvestasikan uang anda untuk membangun aset yang di kemudian hari dapat memberikan penghasilan tanpa menghabiskan waktu dan pikiran anda. Perlu diingat bahwa membangun passive income pada awalnya membutuhkan kerja keras dan komitmen. Dengan mengingat hal tersebut, berikut 8 cara mendapatkan passive income dengan efektif:

1. Berinvestasi di Peer to Peer Lending

passive income, passive income dari internet
peer to peer lending dapat menjadi sumber passive income

Peer to Peer lending selain membuka sarana baru untuk mendapatkan pendanaan usaha bagi UKM, juga memberikan peluang investasi yang passive income bagi investor yang mempunyai dana lebih. Peer to Peer lending adalah istilah untuk kegiatan pinjam meminjam perseorangan yang biasa dilakukan oleh banyak orang sejak dahulu.

Peer to Peer Lending walaupun memberikan keuntungan yang tidak sedikit tetapi tidak banyak orang yang mempunyai kesempatan untuk berinvestasi melalui Peer to Peer Lending karena keterbatasan jaringan untuk mempertemukan investor dengan pencari dana. Tetapi sekarang dengan menggunakan teknologi dan e-commerce platform Peer to Peer Lending dapat mempertemukan investor dengan pencari dana dengan mudah.

Berbeda dengan bank konvensional yang mempunyai biaya operasional yang besar, platform Peer to Peer Lending mempunyai biaya operasional yang relatif jauh lebih kecil. Hal tersebut karena Peer to Peer Lending tidak membutuhkan pegawai sebanyak bank dan Peer to Peer Lending tidak menanggung risiko atas pinjaman yang disalurkan kepada peminjam. Dalam Peer to Peer Lending investor menanggung risiko tersebut sendiri.

Dengan perbedaan tersebut Peer to Peer Lending memberikan tingkat pengembalian dana yang lebih tinggi dibandingkan bunga bank bahkan dalam bentuk deposito.

Misalnya, platform Peer to Peer Lending Koinworks yang memberikan imbal hasil mulai dari 15% per tahun untuk skor kredit A sampai dengan 25% per tahun untuk skor kredit C. Selain imbal hasilnya yang tinggi tersebut Koinworks juga mempunyai minimal investasi yang sangat terjangkau, minimum investasinya hanya Rp. 100.000 saja.

Dengan imbal hasil tersebut dan investasi kembali setiap penerimaan bulanan anda maka anda dapat memperoleh untung 24% per tahun dengan tingkat risiko sedang. Hal tersebut berarti jika anda menanamkan Rp. 10.000.000 keuntungan investasi anda bisa mencapai Rp. 2.400.000.

Jika anda tertarik untuk menghasilkan passive income di Koinworks, anda bisa mendaftar dengan menggunakan link berikut ini:

Koinworks

Dengan menggunakan link tersebut anda akan mendapatkan tambahan investasi dana sebesar Rp. 75.000 untuk investasi pertama anda.

Selain Koinworks, platform Peer to Peer Lending lainnya Amartha memberikan imbal hasil mencapai 15% per 50 minggu untuk pinjaman dengan skor kredit -A. Dengan imbal hasil tersebut modal Rp 3 juta rupiah akan memberikan keuntungan Rp 450 ribu per 50 minggu. Jika hasilnya diinvestasikan kembali imbal hasilnya pada tahun kedua akan mencapai 30% per 50 minggu.

Amartha Passive Income
Amartha Peer to Peer Lending

Selain mendapatkan passive income dari pinjaman yang anda berikan, dengan berinvestasi di peer to peer lending anda juga telah membantu mitra usaha yang membutuhkan dana untuk mengembangkan usaha mereka. Dengan kata lain, anda juga turut berkontribusi dalam memajukan UMKM di Indonesia.

Investasi di Amartha bervariasi mulai dari Rp. 1,5 juta rupiah sampai Rp. 5 juta rupiah yang disesuaikan dengan kebutuhan dari mitra usaha. Selain besar investasi yang relatif terjangkau, investasi di Amartha juga menggunakan akad jual beli atau bagi hasil yang halal dan sesuai dengan prinsip syariah.

Jika anda tertarik untuk menghasilkan passive income di Amartha, anda bisa mendaftar dengan menggunakan link berikut ini:

Daftar Amartha

Dengan menggunakan link tersebut anda akan mendapatkan tambahan investasi dana sebesar Rp. 100.000 untuk investasi pertama anda.

 

 

2. Membuat Blog 

passive income dari internet, membuat blog
blog dapat menjadi sumber passive income dari internet

Blog saat ini  tidak hanya sekedar sarana untuk menyalurkan hobi atau membagikan informasi. Blog yang dibuat secara serius dan mengimplementasikan cara monetisasi yang efektif dapat menjadi aset sumber passive income.

Perlu dicatat bahwa membuat blog yang dapat menghasilkan passive income membutuhkan investasi waktu atau uang yang signifikan. Anda tidak bisa mengharapkan untuk dengan cepat menghasilkan uang hanya dengan membuat beberapa konten atau artikel.

Untuk bisa menghasilkan pendapatan dari blog anda perlu membangun basis pengikut atau pembaca blog yang reguler mengunjungi blog anda.  Membangun basis pengikut atau pembaca tersebut membutuhkan investasi waktu dan uang yang tidak sedikit.

Jika anda tertarik dengan cara membangun passive income dengan cara membuat blog, mulailah dengan menentukan tema blog yang sesuai dengan minat anda dan anda dapat memikirkan produk atau jasa yang dijual dari blog tersebut.

 

3. Berinvestasi di Pasar Modal

passive income dari pasar modal
pertumbuhan harga saham Amazon (image credits : fools.com)

Berinvestasi di pasar modal baik dengan membeli saham atau obligasi adalah salah satu cara efektif mendapatkan passive income. Membeli saham dan obligasi merupakan salah satu cara mendapatkan passive income karena dengan membeli saham anda memiliki sebagian dari perusahaan yang sahamnya anda beli sedangkan dengan memiliki obligasi anda berhak mendapatkan pendapatan berupa bunga dengan jumlah tetap setiap periode yang ditentukan.

Dengan membeli saham di pasar modal anda mendapatkan pendapatan passive berupa dividen dan capital gain (kenaikan harga). Sedangkan untuk obligasi pendapatan yang anda terima adalah berupa kupon bunga obligasi dan capital gain (jika anda menjual obligasi tersebut sebelum jatuh tempo dan harganya sedang tinggi).

Jika anda tertarik untuk membangun aset passive income dengan berinvestasi di pasar modal anda disarankan untuk memulai dengan belajar mengenai investasi saham dan obligasi di situs seperti investopedia.com. Selain itu disarankan sebagai pemula untuk berinvestasi pasar modal dalam bentuk reksadana saham, reksadana fix income, Exchange Traded Fund (ETF), Obligasi Ritel Indonesia dan Sukuk Ritel Indonesia.

 

4. Membeli atau Membangun Properti Untuk Disewakan

passive income dari properti
image via : pexels.com

Membangun atau membeli properti untuk disewakan bukanlah cara baru dalam mendapatkan passive income, oleh karena itu properti yang disewakan termasuk sebagai aset passive income yang paling populer dan paling banyak diminati. Rumah, ruko, apartemen, kos-kosan, kontrakan atau properti lain yang disewakan memberikan passive income berupa sewa kepada anda.

Walaupun properti populer sebagai aset yang memberikan passive income, sebenarnya untuk mengatur properti yang disewakan banyak hal yang perlu dilakukan. Selain anda perlu mencari penyewa properti anda juga harus melakukan perawatan ruti, perbaikan sewaktu-waktu, pengurusan pajak dan lainnya. Untuk itu jika anda ingin menjadikan properti sebagai sumber pendapatan passive income yang murni anda perlu untuk mengalihkan pekerjaan tersebut kepada karyawan atau kontraktor yang anda pekerjakan.

Memiliki sumber passive income berupa properti membutuhkan modal yang tidak sedikit. Oleh karena itu jika anda berminat untuk membangun aset passive income berupa properti anda dan tidak mempunyai modal yang mencukupi anda perlu mempertimbangkan untuk membangun kemitraan (disarankan dengan membentuk PT) dengan orang-orang lain untuk mencukupi modal yang dibutuhkan tersebut. Jika prospek properti di daerah tersebut cukup baik maka akan lebih mudah untuk mendapatkan orang yang berminat untuk ikut berinvestasi.

5. Memulai atau Membeli Waralaba

Memulai atau membeli waralaba dapat menjadi cara mendapatkan passive income yang sangat efektif.  Waralaba dapat menjadi sumber passive income dengan cara operasional harian diserahkan kepada pegawai dan manager bisnis anda.

Selain itu waralaba yang baik memberikan dukungan yang strategis yang sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Misalnya dukungan rantai pasokan,  marketing,  branding,  dan pengembangan inovasi.  Dengan adanya dukungan tersebut anda dapat berkonsentrasi pada operasional harian waralaba anda dan memudahkan anda untuk mengembangkan waralaba anda menjadi bisnis yang berjalan otomatis.

Jika anda mempunyai kemampuan bisnis atau tidak keberatan untuk terlibat aktif dalam menjalankan bisnis selama beberapa tahun maka cara membangun passive income ini dapat anda pilih. Selain itu memiliki atau membangun waralaba mempunyai risiko kegagalan bisnis.

Tetapi dibalik kedua kelemahan diatas terdapat juga kelebihan dari aset passive income berupa kepemilikan waralaba. Kelebihan yang pertama adalah anda dapat memperoleh koneksi bisnis yang dapat membuka peluang di masa depan dan kedua anda dapat memperoleh pengetahuan lebih jauh tentang industri yang terkait.

Jika anda tertarik untuk mencoba membangun passive income dengan cara yang ini anda bisa membaca artikel IDNtrepreneur berikut ini : Langkah-langkah memilih waralaba yang menguntungkan.

6. Menulis Buku atau Ebook

passive income internet, passive income ebook

Menulis buku atau ebook adalah salah satu cara mendapatkan passive income yang efektif, dengan menulis dan menerbitkan buku anda akan memperoleh passive income dalam bentuk royalti dari penjualan buku yang anda tulis. Cara mendapatkan passive income dengan menulis buku membutuhkan modal yang relatif kecil, anda dapat mulai bekerja membangun passive income ini hanya dengan bermodal laptop entry level dan mulai menulis.

Jika anda memilih untuk menerbitkan buku dengan media cetak melalui penerbit royalti yang anda dapat biasanya sebesar 10% dari harga buku. Dengan besar royalti tersebut jika harga buku yang anda tulis adalah Rp. 50.000 maka untuk setiap buku anda yang terjual anda mendapatkan royalti sebesar Rp. 5000 sebelum pajak.

Jika anda memilih untuk menerbitkan buku dalam bentuk ebook, anda dapat memperoleh bagian lebih besar dengan royalti hampir 50% melalui Amazon Kindle atau iTunes. Tetapi untuk menulis ebook anda saat ini harus menulis dalam Bahasa Inggris karena distribusi ebook untuk buku Bahasa Indonesia masih sangat minim.

 

7. Membuat Kursus Online/Online Course

Jika anda mempunyai keahlian dan hebat dalam suatu bidang anda dapat membangun aset passive income dengan membuat kursus online atau online course yang mengajarkan keahlian anda tersebut. Anda bisa mengajarkan keahlian anda tersebut dengan membuat video tutorial dan materi latihan yang diperlukan. Dengan membuat kursus online berupa video anda dapat memperoleh passive income dari pembayaran uang berlangganan atau biaya kursus.

Jika anda tertarik untuk mendapatkan passive income dengan mengajarkan ilmu yang anda punya secara online anda dapat mencoba menjual kursus online anda di Udemy, Lynda atau membuat website anda sendiri.

 

8. Kombinasi Ecommerce + Outsourcing 

cara meningkatkan omset bisnis, cara meningkatkan penjualan bisnis
image credit : pixabay.com

Berjualan barang secara online membutuhkan banyak pekerjaan seperti memfoto barang, melayani pertanyaan pembeli, dan melakukan pengiriman barang adalah pekerjaan dalam berjualan online yang banyak menyita waktu. Oleh karena itu berjualan barang secara online termasuk sebagai bisnis yang aktif.

Tetapi jika anda menggunakan jasa fulfillment dari online marketplace seperti Fulfillment By Lazada, Blibli Commission Consigment atau Fulfillment By Amazon maka semua pekerjaan tersebut menjadi pekerjaan online marketplace yang bermitra dengan anda.  Dengan demikian anda hanya perlu melakukan manajemen terhadap harga dan stok barang sesuai dengan permintaan dan penawaran pasar sehingga dengan cara tersebut ecommerce yang dikombinasikan dengan outsourcing dapat menjadi cara mendapatkan passive income yang efektif.

 

Penutup 

Menghasilkan passive income adalah langkah yang penting dalam membangun kekayaan untuk bisa mencapai target anda. Target tersebut bisa berupa tabungan untuk pensiun, membeli rumah atau membayar pendidikan untuk anak akan lebih mudah jika anda menggunakan uang yang telah dikumpulkan untuk menghasilkan passive income. Terlebih lagi saat ini sudah terdapat cara untuk menghasilkan passive income melalui internet dengan mudah yaitu dengan berinvestasi di peer to peer lending seperti yang telah dijelaskan diatas.

Bagaimana menurut anda? apakah anda mempunyai alternatif passive income lain yang dapat anda bagikan disini?

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here