Beranda Entrepreneur Kisah Sukses Jeff Bezos Founder Amazon

Kisah Sukses Jeff Bezos Founder Amazon

477
0
jeff bezos, 10 entrepreneur paling berpengaruh, entrepreneur

Saat tulisan ini dibuat, Jeff Bezos merupakan orang terkaya nomor dua didunia dengan kekayaan US$ 84,7 miliar. Selain kekayaannya yang luar biasa tersebut, Jeff Bezos merupakan seorang entrepreneur dan pionir bisnis eCommerce.

Amazon.com, situs eCommerce yang didirikannya merupakan raksasa eCommerce yang bisnisnya menguasai pangsa pasar terbesar di Amerika Serikat. Jeff Bezos memulai Amazon.com dari garasinya setelah keluar dari pekerjaannya yang sangat menguntungkan sebagai Vice President termuda di D.E Shaw & Co. Selain Amazon.com, Jeff Bezos juga dikenal sebagai founder Blue Origin, perusahaan ekspedisi luar angkasa dan pemilik The Washington Post.

Perjalanan kisah sukses Jeff Bezos dalam mencapai semua pencapaian tersebut tidaklah mudah, terdapat banyak hal yang dapat dipelajari dari kisah sukses Jeff Bezos. Untuk itu jika anda belum mengenal sosok Jeff Bezos teruslah membaca, berikut ini kisah sukses Jeff Bezos founder Amazon.com.

Awal Kehidupan dan Karir

Jeff Bezos lahir pada tanggal 12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat, dari seorang Jacklyn Gise Jorgensen dan ayah biologisnya Ted Jorgensen. Pernikahan mereka hanya bertahan kurang dari setahun dan saat Jeff Bezos berusia 4 tahun, Ibunya menikah dengan seorang imigran dari Cuba Mike Bezos.

Dari usia muda Jeff Bezos menunjukkan ketertarikan dan rasa ingin tau yang mendalam, yang ditunjukkan dengan mengotak atik peralatan listrik di rumahnya. Saat remaja, Bezos pindah ke Miami dengan keluarganya. Saat itulah dia kesukaan dia akan komputer mulai tumbuh dan dia lulus dari SMA sebagai lulusan terbaik. Pada saat usia SMA tersebut Bezos memulai bisnis pertamanya, the Dream Institute, bisnis kamping edukasi musim panas untuk anak kelas empat, lima dan enam.

Bezos kemudian lulus dari Princeton University pada tahun 1986 dengan gelar di bidang ilmu komputer dan teknik elektrik. Setelah lulus, Bezos bekerja di beberapa perusahaan Wall Street, termasuk Fitel, Bankers Trust dan terakhir D.E. Shaw & Co. Di D.E. Shaw, Bezos bertemu dengan istrinya Mackenzie dan menjadi Vice President termuda di tahun 1990.

Walaupun pekerjaannya sangat memuaskan dan menguntungkan, Bezos sejak lama bermimpi untuk memulai bisnis. Pada tahun 1994, Bezos menyadari pertumbuhan internet yang fenomenal dan mendorongnya untuk meninggalkan pekerjaannya dan mulai membangun bisnis dari internet.

 

Mendirikan Amazon.com

Setelah keluar dari pekerjaannya, Bezos membuat rencana untuk menggali potensi bisnis internet dengan membuat daftar berbagai jenis barang yang dapat dijual melalui internet. Dari 20 daftar jenis barang yang dijual Bezos memutuskan untuk menjual buku karena besarnya pilihan buku yang dapat dijual. Selain itu Jeff Bezos menemukan dengan adanya putusan Mahkamah Agung AS pada saat itu, dia tidak harus membayar pajak di negara bagian dimana perusahaan tersebut tidak mempunyai keberadaan fisik.

Jeff Bezos kemudian memutuskan untuk melakukan perjalanan lintas negara bagian dari New York ke Seattle dengan mobil. Bezos memilih Seattle karena besarnya potensi pekerja berbakat di Seattle. Dalam perjalanan tersebut Bezos juga membuat rencana bisnis singkatnya untuk memulai bisnis penjualan buku melalui internet.

Bezos kemudian memulai bisnisnya dari garasi di rumahnya dengan menanamkan uangnya sendiri sebesar $10,000 sebagai modal awal. Tidak lama kemudian teman-teman dan keluarganya juga ikut menanamkan modal ke Bezos dan dia berhasil mengumpulkan $ 1,000,000 sebagai modal.

Pada awalnya Bezos mendirikan perusahaannya dengan nama “Cadabra” tetapi kemudian mengubahnya karena terdengar seperti “Cadaver” di telepon. Bezos mencoba beberapa alternatif nama seperti Awake.com, Browse.com, Bookmall.com, Relentless.com sampai akhirnya memutuskan untuk memakai nama Amazon.com.

Setelah Bezos dan timnya selesai membuat tes site untuk Amazon, dia mengundang 300 orang untuk menguji website yang telah dibuat dan website tersebut berjalan dengan baik. Setelah meluncurkan Amazon.com pada 16 Juli 1995, mereka meminta 300 tester tersebut untuk menyebarkan kabar dari mulut ke mulut mengenai Amazon.com dan memasang sebuah bel untuk berbunyi setiap kali mereka mendapat penjualan. Bel tersebut hanya bertahan sebentar saja karena penjualan terus menerus berdatangan, dalam sebulan mereka telah menjual buku dalam seluruh 50 negara bagian dan ke 45 negara asing. Pada September 1995, penjualan Amazon.com telah mencapai angka $ 20,000 perminggu.

Pencapaian tersebut dicapai Bezos dengan kecerdikan dan kerja keras. Salah satunya keberhasilan Amazon saat itu tidak terlepas dari bagaimana Bezos memanfaatkan sistem pemesanan buku secara grosir dimana dia memesan 1 buku yang dipesan pelanggan dan 9 buku langka yang tidak akan dapat dipenuhi distributor untuk memenuhi minimal pesanan 10 buku untuk harga grosir.

Penawaran Perdana Amazon

Meledaknya penjualan Amazon yang melebihi harapan tim pendiri, mendorong Bezos untuk membawa Amazon menjadi perusahaan publik dengan IPO. Bezos menilai dengan menjadi perusahaan publik mereka dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan meningkatkan keunggulan Amazon dari toko buku besar lainnya yang akan membuka website mereka sendiri.

Barnes & Noble adalah calon kompetitor Amazon yang paling kuat saat itu. Mereka mempunyai jaringan pemasaran buku yang luas dan pada tahun 1996 mereka mempunyai penjualan mencapai $ 2 miliar berbanding $ 16 juta untuk Amazon.

Ancaman dari Barnes & Noble tersebut kemudian menjadi nyata setelah Leonard Riggio dan Steve Riggio pemilik Barnes & Noble datang ke Seattle untuk bertemu dengan Bezos. Mereka menawarkan kerja sama dengan Amazon dan mengancam akan membuka website mereka sendiri yang akan menghancurkan Amazon. Bezos memutuskan bahwa kerja sama tersebut tidak akan pernah bisa berjalan dan menolak tawaran Riggio bersaudara.

Perseteruan Amazon dan Barnes & Noble berlanjut dimana pada 12 Mei 1997, 3 hari sebelum IPO Amazon, Barnes & Noble melakukan gugatan kepada Amazon karena mengklaim sebagai “toko buku terbesar di bumi”. Ironisnya gugatan tersebut hanya memberikan publikasi gratis kepada Amazon.

Amazon mendapatkan $54 juta darI IPO dengan nilai pasar mencapai $438 juta. Disaat yang bersamaan, Bezos dengan cepat menambah penawaran produk yang dijualnya, mengubah tagline “toko buku terbesar di bumi” menjadi “Buku, musik dan lainnya”. Pada tahun tersebut Amazon mengalami tahun yang yang luar biasa dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 900%.

Keluarga Bezos menginvestasikan lebih dari $100 ribu sejak awal pendirian Amazon. Uang tersebut adalah bagian besar dari tabungan seumur hidup mereka. Dengan keberhasilan IPO Amazon, mereka secara resmi menjadi multi milyuner. Pada tahun itu juga Jeff Bezos mendapat penghargaan Time Person of the Year.

 

Inovasi dan Ekspansi Amazon

Bezos kemudian melanjutkan untuk menambah penawaran Amazon dengan menjual produk pakaian pada tahun 2002 dengan bermitra dengan ratusan retailer fashion seperti Land’s End, Nordstrom dan The Gap. Setelah itu Amazon terus menambah produk yang dijual mulai dari peralatan olahraga, mainan, dan hampir semua barang kemudian dijual di Amazon.

Dengan ekspansi besar-besaran Amazon, Bezos melakukan berbagai eksperimen dan inovasi. Beberapa eksperimen tersebut seperti Amazon Auction dan Amazon Jewelry menemui kegagalan. Beberapa inovasi lainnya seperti Amazon Prime, Kindle, Amazon Web Services, Amazon Video, dan Amazon Echo mendapatkan keberhasilan yang semakin mengkokohkan posisi Amazon sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Selama itu juga Amazon terus bertumbuh dengan pesat, untuk penjualan Amazon bertumbuh dari $147.8 juta di tahun 1997 menjadi $ 135.99 milyar. Pertumbuhan saham Amazon sendiri merupakan suatu kisah yang luar biasa, dari $1.5 pada Mei 1997 menjadi lebih dari $850 pada tahun 2017 dimana setelah memperhitungkan 3 kali stock split, saham Amazon memberikan imbal hasil sekitar 56,500%. Dengan imbal hasil tersebut setiap $1 yang diinvestasikan pada 1997 akan menjadi $56,500 pada 2016.

image credits : fools.com

 

Blue Origin

Amazon tidak menjadi tujuan akhir dari kisah sukses Jeff Bezos. Menjadi pionir eCommerce, mengubah industri buku, dan menjadi salah satu tokoh bisnis teknologi terbesar di dunia hanyalah salah satu dari ambisi Bezos. Bezos dikenal sebagai pemimpin yang mempunyai visi jangka panjang dan terkadang melebihi zamannya. Kesuksesan Amazon menjadi pintu bagi Bezos untuk mengejar ambisi besarnya yang lain.

Pada 2004, Bezos mendirikan perusahaan dirgantara yang dinamakan Blue Origin, yang bertujuan untuk mengembangkan teknologi baru untuk penerbangan luar angkasa. Blue Origin mempunyai tujuan utama untuk mewujudkan “kehadiran manusia yang abadi di angka luar angkasa”.

Blue Origin mempunyai fasilitas penelitian seluar 26 acre diluar Seattle dan fasilitas peluncuran roket di Texas barat. Pada 24 November 2015, Blue Origin berhasil mengirim roket reusable ke suborbit dengan roket New Shepard yang mereka kembangkan. Saat ini Blue Origin telah memulai pengembangan untuk roket orbit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here