Beranda Inspirasi Bisnis Rustono Sang Raja Tempe Jepang Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses Indonesia

Rustono Sang Raja Tempe Jepang Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses Indonesia

110
0

Siapa orang Indonesia yang tidak tau dengan tempe? Makanan bergizi tinggi, murah, dan sehat yang terbuat dari kedelai tersebut memang sangat populer di Indonesia. Namun, diluar negeri tempe masih kalah pamor dengan saudaranya, tahu.

Rustono, pria asli Grobogan Jawa Tengah mungkin akan mengubah hal tersebut. Pendiri merek Rustos’s Tempeh yang berbasis di Jepang tersebut telah menjual tempe ke lebih dari 60 tempat di Jepang. Selain Jepang, Rustono juga menjual tempe ke beberapa negara lainnya di benua Asia, Eropa dan Amerika seperti Meksiko, Hongaria, Prancis, Rusia, dan Polandia.

Kisah Rustono mendirikan bisnis tempenya dengan penuh perjuangan dan terdapat banyak pelajaran yang dapat dipetik. Oleh karena itu kami menilai kisah Rustiono kisah inspiratif pengusaha sukses Indonesia harus dibagikan dan disebarluaskan.

Bagaimana perjalanan kisah inspiratif pengusaha sukses Indonesia Rustiono yang mendirikan usaha tempe di Jepang? Ikuti perjalanannya lewat tulisan kami ini.

Rustono – Juragan Tempe Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses Indonesia

Bermimpi Sejak Kecil

Rustono lahir di Kramat, Kecamatan Penawangan Grobogan, Jawa Tengah pada tahun 1968. Daerah kelahirannya tersebut merupakan desa agraris yang mempunyai keterbatasan, bahkan saat itu tidak terdapat listrik ataupun jalan yang layak.

Melewati kesehariannya membantu mengerjakan sawah garapannya ayahnya, Rustono sering bermimpi untuk terbang dengan pesawat  setelah sering melihat pesawat yang melintas di langit biru yang membentang di atas sawah.

Memasuki usia remaja Rustono merantau ke Jakarta dan memilih sekolah perhotelan untuk mewujudkan mimpinya tersebut.  Rustono memilih sekolah perhotelan karena pengalamannya saat studi wisata bertemu dengan orang asing dan ingin kerja yang berhubungan dengan orang asing.

 

Dari Indonesia Ke Jepang

Setelah lulus dari Akademi Perhotelan Sahid pada tahun 1990, Rustono meniti karir sebagai pelayan di Hotel Sahid Yogyakarta. Selama bekerja di hotel Sahid Yogyakarta, Rustono sering berinteraksi dengan orang asing, salah satunya Tsukuro Kuzumoto tamu dari Jepang yang saat itu berlibur di Indonesia.

Rustono dan Tsukuro saling jatuh cinta dan Rustono mengajaknya untuk menikah. Tetapi saat itu Istrinya memberikan syarat, Rustono harus mau pindah ke Jepang dengannya.

Sebelum menerima syarat tersebut Rustono sempat menghubungi kerabatnya yang bekerja di Jepang. Dia ingin mengetahui terlebih dahulu bagaimana pekerjaan di sana. Mengetahui jam kerja di Jepang yang panjang dan padat, Rustono setuju untuk pindah ke Jepang tetapi dengan syarat diizinkan untuk membuka usaha disana. Istrinya menyetujui syarat Rustono tersebut.

 

Inspirasi Bisnis Tempe

Rustono sendiri belum tau akan membuka usaha apa saat berada di Jepang nanti. Setibanya di Jepang Rustono sering bersepeda keliling kota untuk mencari inspirasi. Suatu hari saat berkeliling Rustono menyadari bahwa toko Jepang biasanya menjual susu kedelai, nato dan tahu yang semuanya merupakan olahan kedelai. Tetapi diantara olahan kedelai tersebut tidak ada tempe. Melihat hal tersebut Rustono akhirnya terpikir untuk membuka usaha tempe.

Namun, selama 4 bulan setelah memutuskan untuk memulai bisnis tempe Rustono mencoba membuat tempe sebanyak ratusan kali dan tidak berhasil. Lewat 6 bulan sejak merintis usaha tempe, Rustono memutuskan untuk bekerja di pabrik makanan. Selain untuk menghidupi keluarganya, Rustono ingin belajar etos kerja keras orang Jepang untuk diterapkan dalam bisnisnya.

Setelah pulang kerja dari pabrik Rustono terus mencoba membuat tempe, namun upaya tersebut juga tidak berjalan dengan baik dan terus mengalami kegagalan.

Akhirnya Rustono memutuskan untuk pulang ke Indonesia untuk bertemu dengan ibunya dan berguru kepada puluhan pengrajin tempe.

Setelah kembali dari Indonesia dengan mengunakan pengetahuan yang didapatnya dari pengrajin di Indonesia Rustono akhirnya menemukan metode produksi yang tepat.

Setelah menemukannya metode produksi tempe yang tepat, Rustono pun keluar dari di pabrik makanan tempat dia bekerja selama 3 tahun. Rustono akhirnya berhasil membuat tempe dan mulai menjualnya ke teman-teman Indonesia yang juga berada di Jepang.

 

Pantang Menyerah Membangun Mimpi

Walaupun awalnya cukup banyak teman-temannya yang membeli tempe Rustono sedikit demi sedikit jumlah tempe yang dijual mulai berkurang. Saat itu Rustono sadar bahwa dia harus mulai mendapatkan pembeli selain teman-temannya.

Untuk mencari pembeli Rustono mendatangi berbagai hotel, restoran, katering, dan toko makanan. Namun, dia tidak berhasil menjual dan mendapat puluhan penolakan setiap hari. Tempe yang tidak laku pun akhirnya dia makan sendiri.

Suatu hari setelah ditolak di 30 tempat yang didatanginya Rustono sempat frustasi karena tidak ada satupun yang mau menerimanya. Tempe yang dia bawa pun akhirnya dia berikan begitu saja ke orang.

Tidak hanya penolakan-penolakan yang menjadi ujian bagi Rustono saat itu. Rustono juga harus memutar otak bagaimana caranya bisa tetap membuat tempe setelah memasuki musim dingin. Dengan suhu yang mencapai minus 10 derajat celcius tempe tidak dapat diproduksi karena jamur untuk membuat tempe hanya bisa tumbuh pada suhu 31 derajat.

Tidak hanya itu modal Rustono juga terus menipis karena kesulitan untuk memproduksi dan menjual tempe buatannya. Tidak jarang Rustono frustasi dengan perkembangan usahanya tersebut.

Untungnya istri Rustono sangat mendukung dirinya dan selalu membesarkan dia saat mengalami titik rendah tersebut. Istrinya mengingatkan Rustono akan mimpinya untuk menyebarkan tempe ke seluruh penjuru Jepang yang kota-kotanya sudah ditandai Rustono. Rustono bermimpi kota-kota tersebut nantinya akan menjual tempe-tempe yang dibuat olehnya.

Dengan dukungan dari istrinya dan kemauan keras untuk mewujudkan mimpinya tersebut, Rustono tidak mengenal lelah untuk bekerja walaupun di musim dingin.  Semangat itulah yang menjadi titik balik Rustono.

Pada suatu hari walaupun tengah turun salju Rustono tetap bekerja diluar untuk memperluas atap pabriknya. Pekerjaan Rustono diluar saat turun salju tersebut rupanya menarik perhatian seseorang yang mengingatkan dirinya jika sangat berbahaya untuk bekerja diatap saat bersalju.

Pada hari kedua orang tersebut kembali mendatangi Rustono dan menanyakan kenapa dia melakukan hal tersebut. Rustono akhirnya bercerita kepadanya mengenai mimpi-mimpinya untuk mengenalkan tempe ke Jepang. Rupanya orang tersebut adalah seorang wartawan dari sebuah media Jepang.

Setelah liputan wartawan tentang Rustono dan tempenya dimuat beberapa pemilik restoran dan tempat yang ditawarkan tempe oleh Rustono kembali menelponnya. Mereka yang dulu menolak Rustono mentah-mentah justru mengejar Rustono untuk menjadi pelanggannya.

Dari titik balik tersebut Rustono kemudian mulai mendapatkan pelanggan tetap dan terus mengembangkan bisnisnya.

 

Cita-cita Menyebarkan Tempe Ke Dunia

Melalui titik balik tersebut, tempe Rustono saat ini telah dipasarkan hampir di semua kota Jepang dengan omzet milyaran rupiah. Sukses di Jepang, Rustono tidak cepat berpuas diri. Rustono kemudian membuat dua markas tempe di Amerika dan Eropa, satu di Meksiko untuk Amerika dan dan Prancis untuk Eropa. Dari dua markas tersebut bisnis tempenya semakin merambah beberapa negara besar, seperti Austria, Hongaria, Polandia, dan Kanada.

Tidak hanya itu, Rustono masih bermimpi untuk terus menyebarkan tempe ke seluruh dunia. Peta Jepang yang menandai cita-citanya tersebut juga sudah diganti menjadi peta dunia.

 

Penutup

Kisah Rustono menjadi seorang pengusaha sukses memberikan inspirasi dan penuh dengan pelajaran yang berharga. Jelas bahwa cerita Rustono termasuk sebagai salah satu kisah inspirasif pengusaha sukses indonesia.

Salah satu pelajaran yang paling utama dari kisah Rustono adalah pentingnya semangat pantang menyerah dalam mewujudkan mimpi kamu membangun dan membesarkan bisnis. Kegagalan dan hambatan merupakan sebuah proses untuk mencapai kesuksesan. Hal inilah yang patut dipelajari oleh setiap calon pengusaha. Jika kamu juga bercita-cita menjadi pengusaha, akan sangat bermanfaat jika kamu mengingat hal tersebut.

Baca Juga : 6 Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses Membangun Bisnis Dari Nol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here