Terdapat anggapan bahwa sedikit pengusaha muslim yang sukses di Indonesia. Pandangan tersebut tidak benar, terlepas dari dominasi pengusaha non muslim di jajaran 50 orang terkaya di Indonesia. Pengusaha muslim yang sukses di Indonesia juga tidak sedikit, bahkan salah satu dari sosok pendiri startup paling sukses dan inspiratif di Indonesia adalah seorang muslim.
Berikut ini daftar 7 pengusaha muslim yang sukses di Indonesia yang dapat memberikan inspirasi untuk kamu menjadi salah satu pengusaha muslim yang sukses.
Pengusaha Muslim Yang Sukses Di Indonesia
6Chairul Tanjung – CT Corp
Dikenal sebagai pemilik dan pendiri CT Corp yang memiliki guritas bisnis media, ritel, gaya hidup, dan keuangan, Chairul Tanjung termasuk salah satu pengusaha muslim yang sukses di Indonesia dan termasuk jajaran pengusaha terkaya di Indonesia. Berdasarkan data Forbes pada tahun 2018, Chairul Tanjung berada diurutan ke 7 terkaya dengan kekayaan senilai USD 3,8 miliar.
Selain sukses sebagai pengusaha Chairul Tanjung atau kerap disebut CT juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian ke-14, menggantikan Hatta Rajasa yang pada saat itu maju sebagai Cawapres.
Perjuangan CT dalam meraih kesuksesan tersebut tidaklah mudah. CT merintis bisnisnya dari nol, kisah suksesnya sebagai pengusaha sangat menginspirasi.
Baca Juga :Â 6 Kisah Inspiratif Pengusaha Indonesia Sukses Membangun Bisnis Dari Nol
CT memulai bisnisnya dari bisnis mikro dengan menjual buku-buku di kampusnya saat menimba ilmu di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Bisnis tersebut kemudian dikembangkannya dengan membuka jasa fotokopi dan penjilidan.
Gagal Bisnis Alat Kedokteran Sukses di Bisnis Sepatu
Bisnisnya tidak selalu mulus, lulus dari kuliah CT sempat berbisnis alat-alat kedokteran yang kemudian bangkrut. CT kemudian mencoba peruntungan di bisnis konstruksi.
Sebagai kontraktor CT mengerjakan berbagai proyek konstruksi salah satunya pembuatan pabrik/workshop peralatan berbahan dasar rotan. Namun, ditengah jalan proyek tersebut mangkrak karena sang pemilik proyek mengalami kesulitan keuangan. Mangkraknya proyek tersebut nyaris membuat CT bangkrut.
Menghadapi kondisi krisis tersebut CT tidak menyerah dan melihat peluang untuk mengubah pabrik yang mangkrak tersebut menjadi pabrik sepatu. Bisnis sepatu tersebut cukup sukses dan menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Namun, dimasa-masa sukses tersebut CT memutuskan keluar dari bisnis sepatu tersebut karena perbedaan pandangan dengan rekan bisnisnya.
Merintis Para Group
Dengan modal keuntungan penjualan bisnis sepatu, serta reputasi yang baik CT kemudian mendirikan Para Group pada tahun 1987. Para Group kemudian mengambilalih Bank Karman yang kemudian diganti namanya menjadi Bank Mega.
Dibawah naungan Para Group, Bank Mega bisa bertahan dari krisis moneter tahun 1998 dan pada tahun 2001 Bank Mega melakukan penawaran publik perdana (IPO) dan menjadi perusahaan terbuka.
Lompat ke masa kini, CT telah mengembangkan kerajaan bisnisnya dari awal yang sederhana menjual buku-buku dikampusnya menjadi gurita bisnis yang memiliki perusahaan besar seperti Bank Mega, Trans Media group, Detik.com, Carrefour dan masih banyak lagi.











