Terdapat anggapan bahwa sedikit pengusaha muslim yang sukses di Indonesia. Pandangan tersebut tidak benar, terlepas dari dominasi pengusaha non muslim di jajaran 50 orang terkaya di Indonesia. Pengusaha muslim yang sukses di Indonesia juga tidak sedikit, bahkan salah satu dari sosok pendiri startup paling sukses dan inspiratif di Indonesia adalah seorang muslim.
Berikut ini daftar 7 pengusaha muslim yang sukses di Indonesia yang dapat memberikan inspirasi untuk kamu menjadi salah satu pengusaha muslim yang sukses.
Pengusaha Muslim Yang Sukses Di Indonesia
3Nadiem Makarim – Go-Jek
Go-Jek dikenal sebagai salah satu startup yang paling sukses di Indonesia. Sebagai pendiri dari Go-Jek, Nadiem Makarim merupakan salah satu pengusaha muslim yang sukses di Indonesia dan inspiratif.
Baca Juga : Kisah Sukses Nadiem Makarim Pendiri Go-Jek
Nadiem merintis Gojek sejak tahun 2010, karena terinspirasi Dari kesehariannya yang sering menggunakan ojek untuk menembus kemacetan Jakarta. Nadiem kemudian sering mengobrol dengan tukang ojek langganannya. Dia melihat adanya masalah dari obrolan dan pengamatannya bahwa sebagian besar waktu tukang ojek dihabiskan untuk mangkal dan menunggu penumpang. Waktu yang habis tersebut membuat ojek biasa mengenakan harga yang mahal, dan akibatnya membuat sebagian orang enggan menggunakan jasa ojek.
Dari masalah tersebut, Nadiem mempunyai ide untuk menyelesaikannya dengan membuat call center ojek untuk mempertemukan ojek terpercaya dan penumpang yang membutuhkan jasa ojek.
Namun tidak lama kemudian, Nadiem harus meninggalkan Indonesia karena dia akan kuliah pasca sarjana program MBA di Harvard University. Karena itu dia menyerahkan operasional Gojek kepada 2 co-founder Jurist Tan dan Brian Cu.
Saat Nadiem Makarim kuliah MBA di Harvard, dia melihat Uber berkembang pesat dan efeknya yang luar biasa. Suksesnya Uber sebagai salah satu pionir startup ride sharing menjadi pemicu gelombang kemunculan berbagai startup on demand dan ride sharing lainnya.
Kesuksesan Uber menjadi pendorong minat investor untuk berinvestasi di startup ride sharing. Pendanaan untuk startup ride sharing pun meledak. Dari situ Nadiem Makarim mencari investor mengembangkan Go-Jek ketingkat dan berhasil menarik NSI Venture untuk berinvestasi.
Dengan didapatnya investor dan dana segar, Nadiem mengimplementasikan berbagai perubahan di Go-Jek, mengembangkan aplikasi smartphone dan menambah jumlah driver menjadi ribuan. Aplikasi smartphone Go-Jek sendiri akhirnya selesai pada akhir tahun 2014 dan diluncurkan pada awal 2015.
Aplikasi tersebut kemudian menjadi awal dari titik pertumbuhan Go-Jek yang meroket. Juli 2015, apps Go-Jek didownload lebih dari 700.000 kali dan hanya dalam 2 bulan jumlah download melesat menjadi 3,7 juta. Dan, pada akhir tahun total jumlah download Go-Jek telah menembus angka 10 juta.
Hanya 1 tahun sejak saat itu, Go-jek mendapatkan investasi jumbo sebesar USD 550 juta dari berbagai investor. Dengan investasi tersebut nilai Go-Jek ditaksir telah melebihi USD 1 miliar, dan resmi menjadi unicorn Indonesia pertama.
Pada tahun 2018 Go-Jek telah berkembang dari awal yang sederhana dengan 20 driver menjadi lebih dari 1.000.000 driver yang tersebar di 60 kota di Indonesia. Selain operasi di Indonesia Gojek juga telah meluncurkan operasi di Singapura, di Vietnam melalui Go-Viet dan berencana meluncurkan layanan di Thailand dan Filipina.
Selain itu Nadiem juga tercatat sebagai salah satu pengusaha muda terkaya di Indonesia. Berdasarkan laporan Globe Asia, Nadiem Makarim diestimasi mempunyai nilai kekayaan sebesar USD 100 juta, atau Rp. 1,4 trilliun.











