Beranda Hukum Bisnis Penipuan Bisnis Online : Cara Membedakannya Dengan Bisnis Online

Penipuan Bisnis Online : Cara Membedakannya Dengan Bisnis Online

251
0
penipuan bisnis online, scam bisnis online
penipuan bisnis online sangat marak terjadi, hindari dengan mengetahui ciri-cirinya

Apakah anda termasuk pemula dalam bisnis online? Jika ya anda perlu berhati-hati dalam memilih bisnis online yang ingin anda jalani, karena tidak sedikit penipuan atau scam yang mengatasnamakan dirinya sebagai “bisnis online”. Banyak dari pemula bisnis online kemudian kehilangan banyak uang dan bahkan teman karena tidak bisa membedakan penipuan atau scam dengan bisnis online yang benar.

Untuk membantu entrepreneur menghindari kerugian materiil atau immateriil akibat penipuan bisnis online tersebutlah artikel ini kami tulis. Karena walaupun penggunaan internet di Indonesia sudah sangat umum, tetapi kesadaran dalam menggunakan internet dengan baik dan benar masih sangat minim, apalagi terkait dengan bisnis online. Masih banyak orang yang mempunyai pemahaman yang salah mengenai bisnis online sehingga bisa terjebak degan penipuan yang “berkedok bisnis online”.

 

Apa yang dapat disebut sebagai bisnis online?

Secara sederhana yang dapat disebut sebagai bisnis online adalah setiap kegiatan bisnis yang terjadi melalui media internet. Dari definisi tersebut dapat dilihat bahwa pada dasarnya bisnis online tidak jauh berbeda dengan bisnis offline, sama-sama menjual barang atau jasa, yang membedakan diantara keduanya adalah bisnis online menggunakan internet sebagai sarana atau media.

Sebagaimana bisnis offline, bisnis online membutuhkan pengetahuan dan juga kerja keras untuk berhasil. Pengetahuan dasar tentang bisnis online khususnya sangatlah penting, selain itu komitmen waktu dan konsistensi juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan bisnis online anda.

 

Bagaimana cara membedakan penipuan bisnis online dengan bisnis online riil?

 

Kunci untuk menghindari penipuan bisnis online adalah mengetahui cirri-cirinya, sebagai pedoman berikut beberapa ciri-ciri penipuan yang berkedok bisnis online:

1.      Membesar-besarkan potensi keuntungan yang bisa diraih

Siapa yang tidak mau mendapatkan uang banyak dengan mudah? Iming-iming mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan modal kecil adalah ciri paling utama dari penipuan bisnis online, pelaku penipuan bisnis biasanya membesar-besarkan potensi keuntungan yang bisa diraih oleh mitra, anggota, downline (atau apapun sebutan lain yang digunakan si penipu).

Perlu diketahui bahwa bisnis online mempunyai dasar yang sama dengan bisnis offline. Dalam bisnis online maupun offline anda mendapatkan keuntungan sesuai dengan bagaimana barang dan jasa anda diterima oleh pasar.

Sebagai salah satu cara untuk mencari kebenaran potensi keuntungan yang diklaim cobalah anda membuat perhitungan berapa harga jual dari barang dan jasa tersebut dipasaran dan berapa barang atau jasa yang perlu dijual untuk mendapatkan keuntungan sebesar yang diklaim oleh “pebisnis online” tersebut.

Sebagai ilustrasi baru-baru ini muncul “peluang bisnis online” yang mengklaim bisa memberikan keuntungan sampai Rp. 23 milyar dengan modal Rp. 100.000. Bombastis bukan? return on investmentnya mencapai  22.999.900%!!

Masuk akal atau tidak return tersebut? jika dihitung secara sederhana dengan asumsi komisi yang diberikan adalah sebesar Rp. 20.000 per penjualan maka untuk mendapatkan angka Rp. 23 milyar tersebut diperlukan penjualan produk sebanyak 1.150.000. Menjual produk sebanyak itu tentu tidaklah mudah dan rasanya tidak mungkin jika semua orang yang bergabung bisa meraih penjualan sebanyak itu. Bahkan jika setiap orang di Indonesia bisa membeli 1 produk tersebut saja hanya ada 200an orang ( 0,00008% dari seluruh anggota) yang bisa meraih angka tersebut.

 

2. Mengklaim “Bisnis Online” Yang Ditawarkan Tidak Ada Risiko

Jika anda berpikir bahwa ada bisnis yang tidak mempunyai risiko maka anda salah besar. Semua bisnis mempunyai risiko kegagalan dan kerugian. Risiko kerugian selalu ada walaupun memang terdapat beberapa bisnis yang risiko kerugian uangnya kecil tetapi biasanya bisnis tersebut mempunyai risiko kerugian tenaga atau waktu.

Logikanya perusahaan besar yang sudah mempunyai reputasi besar saja bisa mengalami kerugian, apalagi bisnis online tahap pemula yang skalanya kecil dan minim pengalaman, risikonya jelas lebih besar.

 

3. Barang atau Jasa Yang Dijual Berkualitas Rendah atau Tidak Jelas

Bisnis riil adalah bisnis yang memberikan nilai tambah kepada konsumennya, baik berupa kepuasan tertentu dalam menggunakannya, memenuhi kebutuhan, menghemat uang atau menambah penghasilan. Dengan kegunaan dan nilai tambah yang diberikan oleh produk atau jasa yang dijual itulah bisnis dibangun dengan dasar uang yang dibayar setara dengan nilai yang diberikan produk atau jasa yang ditawarkan.

Jika barang atau jasa yang menjadi jualan utama “peluang bisnis online” gadungan tersebut mempunyai kualitas rendah maka dapat dipastikan anda akan mengalami kesulitan untuk memasarkan dan menjalankan bisnis tersebut. Pada umumnya bisnis yang riil tidak menonjolkan manfaat yang diberikan oleh barang atau jasa tersebut dan menjelaskan secara rinci spesifikasi dari barang atau jasa yang ditawarkan.

Untuk menghindari hal ini cobalah anda meminta sampel terlebih dahulu dari produk atau jasa yang menjadi jualan utama “peluang bisnis online” tersebut dan mintalah pendapat ahli mengenai kualitas barang atau jasa yang ditawarkan tersebut.

 

4. Klaim Bahwa Untuk Menjalankan Bisnis Sangat Mudah dan Tidak Membutuhkan Pengalaman

Menjalankan dan mengembangkan bisnis tidaklah pernah mudah, dibutuhkan komitmen dan kerja keras untuk membangun suatu bisnis yang berkelanjutan. Selain itu setiap bisnis pasti membutuhkan keahlian tersendiri untuk bisa sukses, bagaimana tidak untuk bisa membaca saja anda perlu belajar dalam waktu yang tidak sedikit. Apalagi untuk bisnis yang untuk bisa berhasil setidak-tidaknya anda memerlukan keahlian marketing atau penjualan.

Secara logika pun jika suatu bisnis terlalu mudah dijalankan maka untuk pasar bisnis tersebut pada nantinya akan mencapai suatu titik dimana terjadi kejenuhan pasar dimana terlalu banyak penjual dan terlalu sedikit pembeli. Pada kondisi tersebut yang terjadi adalah persaingan yang sangat ketat sampai untuk mendapatkan saja pembeli anda harus menanggung kerugian.

 

Penutup

Penipuan bisnis online banyak sekali terjadi, dan korbannya tidak sedikit. Hal ini terjadi bukan saja karena kesulitan penegak hukum dalam memberantas dan menangkap pelaku penipuan bisnis online tetapi juga karena ketidaktahuan peminat bisnis online yang tidak menggali informasi lebih dalam dan membekali diri dengan pengetahuan bisnis online secara baik.

Ingatlah bahwa jika apa yang dijanjikan terlalu bagus maka kemungkinan besar bisnis tersebut adalah penipuan, terutama jika yang ditonjolkan adalah potensi keuntungan dan mudahnya melakukan hal tersebut. Anda perlu mengingat bahwa salah satu hal yang paling penting dalam menjalankan bisnis adalah lakukan apa yang anda sukai atau “follow your passion”. Bisnis yang sukses bukan bisnis yang semata-mata dilakukan untuk mencari uang tanpa adanya semangat untuk melayani atau memberikan nilai tambah bagi pelanggan atau konsumen bisnis anda.


Baca Juga Artikel Tentang Bisnis Online Yang Benar

11 Inspirasi Peluang Bisnis Online

Bagaimana Memulai Bisnis Dropship

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Pakaian Online

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here